0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kabut Asap, SD di Inhu Diliburkan

merdeka.com

Kabut asap

Timlo.net — Dampak kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan berimbas terhadap dunia pendidikan. Untuk mengantisipasi penyakit yang ditimbulkan akibat bencana asap ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) propinsi Riau kembali meliburkan siswa sekolah pada Senin (7/9).

Sekretaris Dinas Pendidikan Inhu, Ir Winaldi mengatakan, terpaksa kembali meliburkan siswa sekolah yang berada di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Rengat, Rengat Barat dan Kuala Cenaku kabupaten Inhu, Riau.

“Kami sudah menyampaikan edaran libur sekolah melalui Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pendidikan di Kecamatan Rengat, Rengat Barat dan Kuala Cenaku. Libur dilakukan dalam artian siswa belajar di rumah sampai udara dinyatakan dalam status sehat,” ujar Winaldi Minggu (6/9).

Menurut Winaldi, keputusan meliburkan siswa sekolah di tiga kecamatan itu berdasarkan informasi kualitas udara terhadap kesehatan akibat kabut asap yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu.

“Hari ini Dinas Kesehatan menginformasikan kualitas udara dalam status sangat tidak sehat. Kemudian kami memantau kabut asap yang paling pekat berada di tiga kecamatan tersebut,” jelasnya.

Dikatakan Winaldi, bagi siswa sekolah di kecamatan lain, pihaknya memberikan kewenangan kepada masing-masing kepala sekolah untuk meliburkan siswanya.

“Jika pada Senin (7/9) kondisi udara tidak sehat, kami menyarankan agar kepala sekolah berkoordinasi dengan UPTD Pendidikan, pihak Kecamatan dan Puskesmas terdekat sebelum meliburkan siswanya. Namun jika kondisi udara sudah sehat, kami minta pihak sekolah tidak meliburkan siswanya,” kata Winaldi.

Winaldi mengimbau, kepada orangtua siswa agar tetap memantau anaknya agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah ketika pihak sekolah meliburkan siswanya.

“Ini sangat kami tekankan kepada seluruh orangtua siswa supaya menjaga anaknya belajar dan tetap berada di dalam rumah,” imbaunya.

Winaldi khawatir, kabut asap ini berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan bagi siswa sekolah dasar, khususnya di daerah yang terjadi kebakaran lahan terluas seperti di kabupaten Inhu. Selain tak dapat mengenyam proses pendidikan, kesehatan para siswa juga sangat dikhawatirkan karena rentan penyakit dari kabut asap tersebut.

[ren]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge