0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hasil Penelitian UNS:

Masyarakat Miskin Tak Peroleh Keuntungan dari Bansos

dok.timlo.net/tyo eka
Peneliti PUSTAPAKO UNS, Agung Nur Probohudono (dok.timlo.net/tyo eka)
Solo — Hasil temuan dari penelitian Pusat Studi Transparansi Publik dan Anti Korupsi (PUSTAPAKO) Universitas Sebelas Maret (UNS) menunjukkan alokasi bantuan atau hibah sosial (Bansos) pemerintah daerah di Jawa cenderung untuk kegiatan-kegiatan bersifat persaingan standar kehidupan antar daerah, seperti pembangunan infrastruktur fasilitas-fasilitas umum layaknya di kota-kota besar.

Temuan tersebut dikemukakan peneliti PUSTAPAKO, Agung Nur Probohudono saat membeberkan penelitian tentang “Determinan Pengalokasian Belanja Bantuan Sosial Pada Pemerintah Daerah Tingkat II di Indonesia”, di Gedung LPPM UNS, Solo, Jumat (4/9).

Dengan kata lain, lanjut Agung, permasalahan yang masih menjadi penghambat peningkatan kesejahteraan sosial saat ini adalah pengalokasian dana bantuan/hibah sosial di pemerintahan kabupaten/kota cenderung dialokasikan untuk membangun investasi jangka panjang yang lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur fisik pembangunan umum yang ditujukan untuk generasi yang akan datang.

“Akibatnya masyarakat miskin tidak memperoleh keuntungan dari bantuan sosial, dan mereka tertarik bermigrasi kedaerah lain yang lebih memberi kesejahteraan hidup lebih baik,” jelasnya.

Temuan lain, menurut Agung, praktek desentralisasi fiskal yang direpresentasikan dengan pemberian transfer dana perimbangan dari pemerintah pusat tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah angka kemiskinan.

Hal ini menunjukkan bahwa transfer dana perimbangan cenderung tidak diprioritaskan untuk kesejahteraan sosial masyarakat, namun lebih memprioritaskan kebutuhan anggaran yang lain.
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge