0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengawasan Lemah, Peredaran Obat Ilegal Marak

dok.timlo.net/nanang rahadian
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Lemahnya pengawasan terhadap penjualan obat membuat semakin menjamurnya peredaran obat ilegal di Karanganyar. Hingga ditemukannya  kasus gudang obat ilegal yang berada di Baturan, Colomadu memang lepas dari pengawasannya.

“Kami aku pengawasan memang lemah. Petugas lapangan kami sangat minim petugas yang ada di lapangan membuat proses pengawasan sedikit mengalami kendala,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, Jumat (4/9).

Cucuk mengatakan, jika dilihat dari prosedur, setiap penjual obat atau sistem distribusi obat harus memiliki izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota setempat, baik itu berbentuk apotek maupun berbentuk toko obat. Namun kenyataanya sampai saat ini masih banyak para pelaku usaha yang belum mengurus izin pendistribusian obat ke DKK.

“Dari puluhan toko yang menjual obat-obatan, saat ini hanya satu saja yang mengajukan izin resmi ke DKK Karanganyar. Sedangkan sisanya tidak memiliki izin,” kata Cucuk.

Banyak faktor  yang membuat toko obat itu tidak mengajukan izin ke DKK. Salah satunya adalah banyaknya obat-obatan yang terlarang dijual di masing-masing toko. Dengan seperti itu para pengusaha merasa sungkan untuk mengajukan izin tersebut.

“Mereka menjual barang-barangnya secara sembunyi-sembunyi langsung kepada para pelaggan, tanpa memikirkan terlebih dahulu efek dari pendistribusian obat-obatan itu,” jelas Cucuk.

Sementara itu Kasi Farnasi dan Napsa DKK Karanganyar, Anik Dwiyanti, mengatakan dari sisi distribusi saat ini apotek yang ada di Karanganyar dinilai sudah tertib. Dari sekitar 120 apotek yang ada semua telah berizin dan mudah untuk melakukan pengawasan. Barang-barang yang dijual di apotek itu juga jelas dan tidak membahayakan bagi para konsumen yang membelinya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge