0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebakaran Gunung Lawu Padam, Posko Tetap Berdiri

dok.timlo.net/nanang rahadian
Relawan kebakaran Gunung Lawu (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Meski kebakaran yang melanda di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambak dan Nglerak sudah padam. Namun, sejumlah pos komando (Posko) pemantauan di Gunung Lawu masih berdiri. Sejumlah sukarelawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pecinta alam, dan personel Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) maupun Kodim 0727/Karanganyar pun masih siaga di sejumlah posko.

“Sudah padam apinya, tapi relawan masih melakukan rehabilitasi terhadap beberapa tempat bekas terbakar,” kata Kepala RPH Bromo, Sujarwo, mewakili Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Arif Nurjati, Jumat (4/9).

Sujarwo mengatakan dalan kasus kebakaran hutan ini api membakar petak 63 F seluas 25 hektare di RPH Nglerak dan RPH Tambak pada petak 63 G seluas 15 hektare dan petak 63 H seluas 10 hektare. Selain itu api juga   membakar pipa saluran air di Bukit Piling atau di antara pos 3 dan 4 jalur pendakian dari Candi Ceto.

“Sejumlah pipa air juga rusak tapi kami berhasil menyambungnya. Tepatnya di Bukit Piling di antara pos 3 dan 4 jalur pendakian melalui Candi Ceto,” kata Sujarwo.

Sujarwo menjelaskan Perhutani sudah menghitung total kerugian. Namun, dia belum dapat menyampaikan nominal.
“Yang jelas semak belukar yang terbakar. Nominal kerugian sudah dihitung Perhutani,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan sejumlah Posko yang masih berdiri, seperti posko induk di Kantor Asisten Perhutani di Tawangmangu, Posko pandangan di Cemoro Kandang, dan Posko sementara di Candi Ceto. Posko masih berdiri untuk mengantisipasi kebakaran susulan.

“Api sudah betul-betul padam. Tetapi, Posko masih ada. Posko akan terus ada selama musim kemarau. Kalau belum musim penghujan, Posko itu tetap berdiri,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge