0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Kereta Cepat Diganti Kereta Menengah

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Proyek kereta cepat atau High Speed Train (HST) Jakarta-Bandung tidak disetujui pemerintah. Alasannya adalah soal pembiayaan dan soal teknis pengoperasian kereta yang disebut-sebut berkecepatan hingga 300 kilometer per jam ini.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan, pemerintah kini beralih ke proyek kereta dengan kecepatan menengah dengan jalur tetap Jakarta-Bandung.

“Sebenarnya kita tetap bicara tentang Jakarta-Bandung tapi yang kereta cepatnya tidak diteruskan, yang diproses adalah kereta kecepatan menengah dengan rancangan yang jelas menurut kita, yang kita mau seperti apa, termasuk pengembangan wilayahnya seperti apa,” jelas Menko Darmin, Jumat (4/9).

Menko Darmin menegaskan, pemerintah tetap terbuka terhadap tawaran dari tim ahli Jepang dan China, meski pemerintah juga membuka peluang negara lain untuk berpartisipasi.

“Itu tetap mereka (Jepang dan China) diundang, nanti kita lihat apakah ada yang lain,” ungkap Darmin.

Sebelumnya, Menko Darmin menuturkan alasan Presiden Joko Widodo menolak proyek High Speed Train (HST) Jakarta-Bandung. Jepang dan China pun harus gigit jari. Padahal lobi yang dilakukan ke pemerintah cukup massif.

Darmin menceritakan, ada dua alasan Presiden Joko Widodo enggan melanjutkan proyek kereta bernilai triliunan rupiah ini. Alasan pertama, pembangunan kereta cepat ini tidak boleh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) langsung maupun tidak langsung. Sementara proposal yang ditawarkan baik dari Jepang maupun China, keduanya berharap pemerintah ikut berperan dalam pendanaan.

Alasan kedua yang diutarakan Jokowi soal teknis kerja kereta cepat. Jarak Jakarta-Bandung sekitar 150 Kilometer dan rencananya akan dilengkapi 5-8 stasiun. Kereta cepat ini mampu melaju hingga 350 Km per-jam. Darmin menilai ini akan menyulitkan saat pengoperasiannya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge