0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD: Hentikan Penebangan Pohon di Monjari

kepala dkp solo hasta gunawan menjelaskan alasan penebangan pohon di Monjari (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Komisi II DPRD Solo meminta tidak ada penebangan lagi di kawasan Monumen 45 Banjarsari (Monjari). Hal itu disampaikan jajaran Komisi II saat memanggil Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, Kamis (3/9) di gedung dewan.

Pemanggilan dilakukan lantaran kontraktor revitalisasi Monjari melakukan penebangan pohon dengan alasan menggangu proses revitalisasi. Pemanggilan itu untuk mengklarifikasi alasan ditebangnya sejumlah pohon jenis angsana tersebut.

“Kami minta (penebangan) dihentikan. Jika ada penebangan mestinya melalui rekomendasi dinas terkait, dalam hal ini BLH (Badan Lingkungan Hidup),” kata Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Supriyanto.

Anggota Komisi II DPRD Solo Ginda Ferachtriawan menyayangkan penebangan sejumlah pohon di Monjari. Jika alasannya karena akar pohon merusak saluran atau pondasi bangunan, semestinya akar pohon cukup dibeton agar gerak akar kedalam, bukan menyamping.

“Kalau akar ke samping bisa dibatasi dengan beton. Yang terjadi, tanpa konfirmasi pohon sudah dipotong. Saya gagal paham ketika kita mau membuat taman, tetapi pohon di taman justru ditebang,” tegasnya.

Kepala DKP Solo Hasta Gunawan siap menindaklanjuti keberaatan legislator atas penebangan di Monjari. Namun demikian, ia meminta sembilan pohon tetap diperbolehkan ditebang. Hasta beralasan, secara konstruksi, keberadaan sembilan pohon itu merusak konstruksi bangunan.

“Kami maunya sembilan (pohon) itu tetap ditebang. Pohon angsana itu karakter akarnya merusak konstruksi,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge