0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Waduk Gondang, Warga Minta Ganti Rugi Rp 1 Juta/M

(Ilustrasi) salah satu waduk di Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Sejumlah warga terdampak proyek pembanguan Waduk Gondang Karanganyar menginginkan nilai ganti rugi lahan Rp 700.000 – Rp 1 juta per meter persegi. Hal itu muncul saat puluhan warga Desa Jatirejo (Ngargoyoso), Desa Gempolan (Kerjo), dan Desa Ganten (Kerjo) menghadiri sosialisasi pembebasan lahan terdampak proyek pembangunan Waduk Gondang di Balaidesa Ganten, Kerjo, Selasa (1/9)
.
“Ya kalau nggak segitu kami nanti susah cari tanah pengganti,” kata salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Sugeng, warga Jatirejo, Ngargoyoso, menanyakan pemindahan makam desa yang terdampak pembangunan Waduk Gondang. Warga khawatir mayat keluarga maupun kerabat terlantar. Oleh karena itu, warga menginginkan pemerintah kabupaten memfasilitasi pemindahan makam leluhur mereka.

“Kami meminta pemindahan ke lokasi baru, luas makam desa sekitar satu hektar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono, tidak menyoal perihal warga mematok harga ganti rugi lahan terdampak proyek pembangunan Waduk Gondang. Namun keputusan ada pada tim appraisal independen yang akan mematok harganya. Sedang kan Pemkab tidak punya kewenangan masalah harga.

“Ya sah-sah saja warga menginginkan itu. Tetapi, kami tidak berwenang soal harga. Sudah ada tim appraisal independen. Mereka sudah punya standar yang pastinya tinggi. Tidak akan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan soal makam, orang nomor satu di Karanganyar itu menjanjikan memfasilitasi pemindahan makam. Namun, dia menegaskan bahwa pemindahan makam bukan relokasi. Warga harus mencari tanah untuk memindahkan makam.

“Ada appraisal pemindahan makam. Diragati mindahe. Tetapi, riwayate kudu ceto kabeh. Ada hitungannya. Dadi bukan relokasi tapi warga silakan cari tanah,” ujar Juliyatmono.

Bupati juga mewanti-wanti agar warga yang memiliki perkebunan pun harus jeli menghitung pohon dan usia pohon. Hal itu karena tim appraisal menghitung nilai ganti rugi berdasarkan umur. Dan hal itu akan berpengaruh pada nilai ganti ruginya

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge