0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SMAN Karangpandan Terima 2 Siswa asal Papua

dok.timlo.net/nanang rahadian
Dua siswa asal Papua sekolah di SMAN Karangpandan (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karangpandan – Pada tahun ajaran 2015-2016, SMAN Karangpandan, Karanganyar kembali dipercaya sebagai sekolah pelaksanaan Program Afirmasi, atau penerimaan siswa dari daerah terpencil. Dua siswi asal Biak, Provinsi Papua bakal menempuh studi selama tiga tahun di SMAN Karangpandan.

“Sekolah afirmasi merupakan program khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertujuan untuk pemerataan pendidikan,” kata Kepala SMAN Karangpandan Sumarno, Rabu (2/9).

Siswa dari daerah terpencil dan tertinggal dikirimkan ke sekolah yang lebih maju. Siswa tersebut kemudian menjalani studi dengan standar kompetensi sesuai sekolah tujuan.
Rata-rata daerah yang diseleksi siswanya dari Indonesia timur yang tertinggal, seperti Papua, NTT dan NTB.

“Nah, kebetulan satu-satunya sekolah di eks Karesidenan Surakarta yang ditunjuk adalah SMAN Karangpandan,” jelas Sumarno.

Penunjukkan tahun ini merupakan kali ke dua. Sebelumnya pada tahun ajaran 2012-2013 silam, SMAN Karangpandan dititipi tiga siswi asal Papua. Mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar bersama siswa lainya. Bahkan, kompetensi yang diterapkan juga sama. Meskipun, diakui Sumarno, kemampuan ke tiga siswi tersebut jauh tertinggal dari siswa lain.

”Sayangnya satu siswi tidak betah dan kembali pulang. Dua siswi masih bertahan sampai sekarang sudah kelas XII,” tandas Sumarno.

Salah satu siswa Program Afirmasi, Amelia Madai (17) mengakui, perbedaan bahasa menjadi kendala utama. Dia dituntut mampu beradaptasi dengan bahasa yang digunakan. Amelia yang kini menginjak kelas XII IPS itu mengaku sudah mulai terbiasa dengan budaya Jawa.

”Selain itu, disini tidak ada menu dari Papua. Jadi ya harus membiasakan makan menu-menu jawa seperti sayur nangka, bayam, dan kangkung,” tutur siswi asal Nabire, Papua itu.

Lain halnya dengan Joshina Rumpaidus (14). Siswi asal Biak, Papua ini baru satu bulan. Dia mengaku masih beradaptasi dengan bahasa dan budaya Jawa.

”Di sini mulai mengenal bahasa jawa dan makanan Jawa,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge