0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gabung Pemerintah, PAN Tetap Jalin Komunikasi Dengan KMP

dok.merdeka.com

Viva Yoga Mauladi

Timlo.net –┬áPartai Amanat Nasional (PAN) bergabung dalam Pemerintahan Jokowi-JK bukan semata-mata untuk mengejar kekuasaan. Tanggung jawab kepada bangsa dan negara adalah dasar mengapa PAN ‘hengkang’ dari KMP.

“Kondisi bangsa dan negara yang sedang krisis adalah menjadi bagian dari tanggung jawab partai politik. Persoalan bangsa harus ditanggung dan dipecahkan bersama,” ujar Ketua DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, Rabu (2/9).

“Tetapi secara obyektif PAN mempertimbangkan demi untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar, yaitu bersama-sama mengawal demokrasi, memperbaiki pemerintahan agar menjadi bersih, sehat, dan kuat, serta dapat mensejahterakan rakyat,” sambung dia.

Sekalipun tak bersama-sama bergabung dalam KMP, kata dia, PAN yakin baik di dalam KMP maupun dalam KIH, panggilan utama berpolitik adalah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat seluruhnya.

Menurut dia, platform PAN, dalam perjuangan politik, apakah berada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan adalah sama-sama mulianya, asal untuk kepentingan bangsa dan negara.

“PAN telah melakukan ijtihad politik untuk berada di dalam pemerintahan sebagai sarana perjuangan politik untuk ber amar ma’ruf nahi munkar yang bertujuan mewujudkan Indonesia baru yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia, mencerdaskan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum,” papar dia.

Bagi dia, pembedaan visi politik KMP dan KIH tidak dirasakan sehari-hari di DPR karena toh setiap anggota tetap bersama-sama berjuang untuk membangun bangsa ini.

“Pembelahan blok politik KMP-KIH tidak signifikan dirasakan di DPR karena seluruh anggota DPR wajib menjalankan tugas dan fungsinya dalam legislasi, budgetting, dan pengawasan. Rasanya cair tidak berjarak,” tukas dia.

Terkait itu, ia mengaku setelah bergabung dengan Pemerintah, PAN akan senantiasa membangun komunikasi dengan setiap partai di KMP.

“Meski PAN nanti berada di dalam pemerintahan, PAN akan tetap menjaga komunikasi dan menghormati partai yang berada di luar pemerintahan. Berada di dalam dan di luar pemerintahan itu soal pilihan posisi politik partai. Sama-sama mulianya demi untuk kepentingan bangsa dan negara,” tambah dia.

Ketika ditanya tentang jatah menteri bagi kader PAN, Viva menuturkan akan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Jokowi.

“Tentang posisi dan jabatan di kementerian, hal itu diserahkan ke hak prerogatif presiden karena telah diatur oleh UUD 1945. PAN tidak menuntut jabatan dan posisi tertentu. PAN menyerahkan kepada kebijakan presiden. Yang penting bagi PAN dapat bersama-sama dengan partai pemerintah untuk mengawal dan menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan benar,” pungkas dia.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge