0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Kurir Sabu, Residivis kembali Dipenjara

Tersangka kasus Narkoba menjalani pemeriksaan polisi (dok.timlo.net/aditya wijaya)
Klaten — Belum lama keluar dari penjara, Aditya Eko Retnanto alias Codot (24) kembali harus berurusan dengan petugas kepolisian. Pasalnya, warga Dukuh Sumbersari, Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten ini kedapatan bertransaksi narkotika jenis sabu.
“Tersangka baru saja mendekam lima tahun penjara di Lapas Klaten. Dia menghirup udara bebas baru dua bulan,” kata Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Danang Eko Purwanto, Rabu (2/9).
Residivis kasus Narkoba ini ditangkap pada Senin (3/8) lalu. Ia diciduk saat asyik nongkrong di Dukuh Tumpukan, tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB.
Petugas lantas memeriksa tekepon genggam tersangka. Ternyata ada bunyi pesan masuk. Saat dicek, Codot tak bisa berkutik. Sebabnya, isi SMS di ponselnya adalah alamat peletakan narkotika.
“Saat memeriksa lokasi SMS tersebut, anggota menemukan plastik klip kecil yang dibungkus lakban warna hitam. Setelah dibuka, di dalamnya berisi serbuk kristal warna putih diduga narkotika golongan I seberat 1,1 gram,” imbuh AKP Danang.
Selain itu, satu unit sepeda motor Honda Scoopy putih coklat DK 3370 AT, dua buah ponsel genggam, satu kartu ATM, dan uang tunai Rp 273 ribu, turut diamankan petugas sebagai barang bukti.
Akibat menyimpan, menguasai dan menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman jenis sabu, tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat 1. Adapun ancaman hukuman paling singkat empat tahun paling lama 20 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 800 juta.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge