0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rekam Jejak Teten Masduki, Dari ICW Sampai Istana

dok.merdeka.com

Teten Masduki

Timlo.net – Teten Masduki resmi menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Jauh sebelum masuk ke dalam pemerintahan, Teten sangat aktif mengungkap pelbagai kasus korupsi. Namanya mulai mencuat saat berhasil membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung Andi M Ghalib di masa pemerintahan Presiden BJ Habibie.

Teten dilahirkan dari keluarga petani, masa kecilnya dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Setelah selesai menjalani pendidikan di tingkat dasar dan menengah, dia melanjutkannya dengan mengambil jurusan Kimia di IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia-red).

Selama menjadi mahasiswa, Teten rajin mengikuti berbagai acara diskusi, serta mempelajari teori-teori kiri maupun kanan. Dia mulai aktif menyuarakan pendapatnya dengan mengikuti demonstrasi membela petani yang tanahnya dirampas pada 1985.

Sebelum menyelesaikan kuliahnya, Teten sempat mengabdikan diri sebagai Guru Sekolah Menengah Keterampilan Keluarga (SMKK) Negeri, Tangerang selama empat tahun sejak 1986. Setahun kemudian, dia baru mendapatkan gelar sarjananya. Kemudian ia bergabung menjadi Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta pada 1990-1998.

Dari YLBHI, dia bergabung bersama kelompok antikorupsi lainnya dengan mendirikan Indonesian Corruption Watch. Di lembaga inilah dia berhasil mengungkap kasus suap seorang pejabat tinggi negara dan memaksanya turun. Berkat kegigihannya itu, ia dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Lama malang melintang sebagai aktivis antikorupsi, Teten akhirnya terjun ke dunia politik untuk maju bersama politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka untuk maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018. Sayang, keduanya kalah suara dari pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dengan selisih 800.316 suara.

Setelah itu, Teten mulai aktif sebagai salah satu barisan pendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dan tak lama terpilih sebagai tim kampanye mereka. Belum lama ini, Teten diangkat sebagai salah satu anggota tim Komunikasi Presiden bersama Sunardi Rinangkit. Posisi ini diembannya selama empat bulan sebelum akhirnya dipercaya untuk menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge