0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

4 Kecamatan di Karanganyar Rawan Kekeringan

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Nugroho, (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mewaspadai potensi bencana kekeringan hingga September ini. Sebab, dampak badai La Nina dan El Nino diperkirakan akan memperpanjang musim kemarau pada tahun ini.

“Paling tidak sampai September diperkirakan kemarau masih terjadi. Diharapkan, Oktober mendatang sudah hujan, namun jika memang belum hujan kami tetap siap,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Nugroho, Rabu (2/9).

Dari 17 kecamatan di Karanganyar, ada empat wilayah yang memiliki titik rawan kekeringan yakni Gondangrejo, Kerjo, Mojogedang dan Kebakkramat.

Gondangrejo merupakan wilayah yang penyebaran titik kekeringannya merata hampir di semua area. Di kecamatan ini, kedalaman sumur warga paling dangkal sudah mencapai 23 meter.

Untuk wilayah Kerjo, hanya sebagian wilayah yang rawan kekeringan. Di Mojogedang, rawan kekeringan berada di area sisi barat kecamatan, sementara di Kebakkramat hanya sebagian kecil yang rawan kesulitan air.

“Beberapa waktu lalu, kami sudah bertemu semua camat dan meminta agar segera melapor jika ada daerah yang kekeringan. Bantuan air bersih akan dikucurkan, jika kekeringan di wilayah tertentu sudah sangat parah. Tapi sejauh ini, belum ada yang perlu didrop bantuan air,” tuturnya.

Dia menambahkan, BPBD akan mengupayakan bantuan air bersih ke BPBD Provinsi Jateng, memalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Soloraya.

“Jika memang diperlukan, juga ada bantuan melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di Karanganyar. Intinya, jangan sampai masyarakat di wilayah rawan kekeringan kesulitan air bersih,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge