0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Kedelai Melambung, Pengusaha Tahu Terancam

timlo.net/agung widodo

Salah satu pabrik tahu di Kampung Teguhan, Kecamatan Sragen

Sragen – Kenaikan harga kedelai yang terjadi secara merata, mengakibatkan sejumlah pengusaha tempe dan tahu di Sragen terancam gulung tikar. Pasalnya harga kedelai melambung hingga 15 persen sejak dua pekan terakhir. Mereka mengantisipasinya dengan cara mengurangi jumlah produksi tahu dan tempe.

“Para produsen tahu dan tempe sengaja mengurangi jumlah produksi karena harga kedelai terus naik. Sementara harga jual tempe dan tahu produksi mereka di pasaran tidak naik,” kata Sukiyati (64), salah satu pedagang kedelai di Pasar Bunder Sragen.

Menurutnya, kebutuhan tahu-tempe dengan bahan dasar kedelai memang terus meningkat sejak bulan Ramadhan lalu. Hanya saja kenaikan harga kedelai saat ini sangat dirasakan oleh para pedagang dan pengusaha tahu dan tempe sehingga harus mengurangi produksinya. Sebelumnya harga kedelai Rp 6.600 per kilogram, namun harga kedelai terus naik hingga mencapai Rp 8.000 per kilogram.

Salah satu pengusaha tahu di Kampung Teguhan, Kecamatan Sragen Rusdiyanto (38), mengakui, kenaikan harga kedelai sangat memukul pemilik industri pembuatan tahu seperti dirinya. Padahal hampir 90 persen warga di kampungnya bekerja sebagai pengrajin dan penjual tahu. Akibat mahalnya harga kedelai tersebut, dia harus mengurangi jumlah produksi hingga 50 persen.

“Kalau jumlah produksi tidak kami kurangi, beban biaya yang harus kami tanggung terlalu berat. Sejak satu bulan terakhir, per hari rata-rata kami hanya berani produksi 1 kwintal per hari. Padahal sebelumnya sehari bisa produksi sampai 2,5 kwintal,” kata Rusdiyanto.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge