0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2 Pabrik di Karanganyar Bantah Cemari Lingkungan

dok.timlo.net/nanang rahadian
Audiensi warga dengan DPRD Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Dituding sebagai penyebab pencemaran, dua pabrik di Gondangrejo, Karanganyar memberikan bukti-bukti bahwa sudah melakukan upaya-upaya pengolahan limbah sesuai aturan yang berlaku.

“Kami telah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami tetap melakukan evaluasi secara terus menerus,” kata perwakilan PT Hilon, Sugiarto.

Sugiarto mengatakan, selain melakukan evaluasi, pihaknya juga telah melakukan  penyempurnaan terhadap cerobong asap pabrik. Uji emisi atau ambang batas selalu dilakukan secara berkala tiap satu bulan sekali. Bahkan uji emisi ini dilakukan oleh para ahli dari sebuah universitas terkenal di Yogyakarta.

“Selama ini selama masih dalam ambang batas wajar. Tapi kami terus melakukan analisa,”kata Sugiarto.

Sementara itu perwakilan dari PT Hans, Candra, mengatakan untuk mengurangi debu yang keluar dari cerobong asap, pihaknya telah memasang Misprayer yang berfungsi mengendapkan debu dengan semprotan air.

“Sebelum keluar dari cerobong asap yang bercampur dengan serbuk halus disemprot dengan alat itu sehingga serbuknya mengendap,” katanya.

Keduanya juga meminta maaf kepada warga jika upaya mereka menurunkan pencemaran belum maksimal. Namun pihaknya terus berusaha agar tetap nyaman buat warga sekitar.

Anggota Komisi C DPRD Karanganyar, Awe Mulyadi, Selasa (1/9), mengatakan, kasus ini sebenarnya hanya kurangnya komunikasi dari pihak pabrik dengan warga sekitar. Seharusnya pabrik lebih pro aktif kepada warga. Selain itu dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang wajib dikeluarkan perusahaan hendaknya tepat sasaran.

“Ini hanya miskomunikasi saja, kalau perusahaan mau pro aktif selesai permasalahan,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge