0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jenderal Soedirman Hadir di Hartono Mall

Salah satu adegan Film Jenderal Soedirman (dok.timlonet/ist)

Solo Baru – Siapa yang tidak mengenal tokoh pahlawan Jenderal Besar Soedirman. Berbekal rasa penasaran dengan nama pahlawan yang kerap dijadikan nama jalan di berbagai kota besar inilah, sutradara Viva Westi bertekad menghadirkan sosok Soedirman dalam bentuk film.

“Pembuatan film ini kami mulai dengan riset mendalam selama setahun melalui berbagai sumber sejarah yang ada, dan wawancara para nara sumber baik pelaku sejarah maupun para ahli. Bukan perjalanan yang mudah untuk meyakinkan orang agar bisa menggelontorkan dana untuk film ini yang mengangkat perang gerilya Jenderal Soedirman. Sampai kemudian, saya bertemu dengan Letnan Jenderal Purnawirawan Kiki Syahnakri yang menyambut ide ini dengan antusias,” ungkap Viva dalam rilisnya.

Sementara Marketing Executive Platinum Cineplex, Hartono Mall Solo Baru, Danang Prabowo mengatakan, pihaknya secara khusus menggelar acara nonton bareng dan meet and greet Film Jenderal Soedirman, Selasa (1/9). Acara ini dihadiri pemeran utama Soedirman, Adipati Dolken dan Sutradara Viva Westi.

“Kami menyambut baik film-film dengan nuansa nasionalisme yang kental seperti ini. kita berharap bisa memacu anak muda untuk mencontoh perjuangan pahlawan seperti Jenderal Soedirman ini,” kata Danang Prabowo.

Film ini mengisahkan perjalanan perang gerilya Soedirman selama tujuh bulan perang gerilya, saat berlangsungnya agresi militer Belanda ke II. Dalam perang tersebut Soedirman menempuh perjalanan seribu kilometer dalam keadaan sakit dan dengan hanya satu paru-paru yang tersisa.

Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan penghentian gencatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simons Spoor Panglima Tentara Belanda menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi ibukota Republik.

Soekarno-Hatta ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Belanda menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Soedirman yang sedang didera sakit berat melakukan perjalanan ke arah selatan dan memimpin perang gerilya, dari kedalaman hutan, Soedirman menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih ada, kokoh berdiri bersama Tentara Nasionalnya yang kuat. Soedirman membuat Jawa menjadi medan perang gerilya yang luas, membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Dengan alur yang jelas film produksi bersama Markas Besar Angkatan Darat, Yayasan Kartika Eka Paksi, Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat, dan Padma Pictures ini mengajak penonton untuk bisa menikmati cerita dan aksi heroisme Soedirman.

Film berdurasi sekitar dua jam itu, diperankan sejumlah aktor handal, seperti Adipati Dolken (Jenderal Soedirman), Mathias Muchus (Tan Malaka), Lukman Sardi (Yusuf Ronodipuro), Ibnu Jamil (Kapten Tjokropanolo), Nugie (Bung Hatta) dan Baim Wong (Bung Karno).

“Selain itu untuk persenjataan dan efek ledakan yang ada dalam film ini kami sepenuhnya di bantu oleh Markas Besar Angkatan Darat,” katanya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge