0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pentas Wayang Godhong Meriahkan Klaten Seribu Umbul

timlo.net/aditya wijaya

Pentas Wayang Godhong

Klaten — Pementasan wayang godhong (daun) memeriahkan sarasehan bertajuk ‘Klaten Nagari Seribu Oemboel’. Sarasehan mengupas kekayaan air di Klaten ini berlangsung di pelataran sumber air Surya Wening, Dukuh Gereh, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Senin (31/8).

“Saya menampilkan lakon Tirta Amerta atau air sumber kehidupan. Karena kita masih beromantisme ngomong soal kedaulatan air itu untuk wisata dan sebagainya,” kata dalang wayang godhong, Ki Agus Puwantoro, Senin (31/8).

Ditemui sebelum pementasan, wayang godhong berhubungan dengan alam lingkungan semesta. Tidak sekedar dimainkan, tapi juga media berdialetika bagi dirinya saat mendampingi 15 ribu petani Temanggung.

“Wayang ini sebagai disertasi saya meraih gelar Doktor. Godhong bermakna nyadong atau berdoa, memohon kepada Tuhan. Asal mulanya dari wit-witan (pepohonan) atau awal mula kehidupan. Memiliki oyot (akar), yang ditafsirkan wayang ini menjadi ayat kitab suci dan sebagainya,” jelasnya.

Ditanya Klaten dan Temanggung yang sama-sama menjadi daerah penghasil tembakau, pria yang akrab disapa Gus Pur ini mengaku, Klaten memang kaya akan air.

“Selain ada tidaknya air, ini masalah perbedaan iklim dan ketinggian. Campur tangan ilahi. Di Temanggung menghasilkan Srintil (tembakau – Red) karena disana ada kabut, unsur ultraviolet. Kalau Klaten mungkin tembakaunya cocok untuk rokok putih,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge