0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rupiah Melemah, Harga Kedelai Melonjak

timlo.net/nanin

Pengrajin tahu

Boyolali — Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dampaknya mulai dirasakan sejumlah pengrajin tahu tempe di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono. Saat ini, harga kedelai perkilogramnya mencapai Rp 8.500 dari harga sebelumnya Rp 7.500.

“Naiknya sudah beberapa hari lalu,tapi kita belum menaikan hasil produksi,” ujar Nomo Wartopo (65) perajin tahu di Desa Bendan didampingi salah seorang pekerja, Warjiyanti (45), Senin (31/8).

Dijelaskan, setiap hari membutuhkan 2 kwintal kedelai. Hasil produksi tahu sebagian besar dijual matang dengan harga Rp 3.500 per 10 biji. Hanya sebagian kecil dijual mentah, itupun bila ada pesanan dari pelanggan.

“Kalau 1 kilogram kedelai bisa menghasilan 400 tahu kotak-kotak kecil,” imbuhnya.

Selain harga kedelai mengalami kenaikan, harga minyak goreng naik menjadi Rp 165.000 dari sebelumnya Rp 150.000 perkaleng isi 17 kilogram. Naiknya harga minyak goreng semakin membuat keuntungan pengrajin tahu sangat minim.

“Yang penting balik modal dulu,” tambahnya.

Hal senada juga dialami para pengrajin tempe di Desa Jembungan, Banyudono, beberapa diantara terpaksa berhenti produksi karena tingginya harga kedelai. Salah satu pengrajin tempe Roidi (35) , terpaksa berhenti berproduksi karena sering merugi.

“Keuntungan yang didapat tidak bisa menutup kerugian, ya baiknya stop produksi dulu,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge