0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo

Kampanye di Panti Plat Merah, Anung Diduga Langgar Aturan

Anung kunjungi panti wredha (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Kampanye Calon Walikota (Cawali) Anung Indro Susanto di Panti Wreda Dharma Bhakti, Kelurahan Pajang, Laweyan, Senin (31/8) diduga melanggar aturan. Pasalnya, kampanye Anung dilakukan di panti yang merupakan milik pemerintah.

“Kalau pantinya itu milik pemerintah ya itu melanggar. Panti milik pemerintah tidak boleh untuk kampanye. Kalau panti swasta silahkan,” kata Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo, Asmuni kepada wartawan, Senin (31/8).

Untuk diketahui, Panti Wreda Dharma Bhakti merupakan panti yang dikelola Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo.

Asmuni melanjutkan, larangan penggunaan gedung milik pemerintah untuk kegiatan kampanye diatur jelas dalam Peraturan Walikota (Perwali) No 2 Tahun 2009. Dalam Perwali itu, kampanye dilarang dilakukan di instansi pemerintah, instansi pendidikan dan kawasan cagar budaya.

“Kami kesulitan memantau karena sampai hari ini Tim AFi belum memberitahukan tembusan kegiatan kampanye. Kami kesulitan,” jelasnya.

Ditanya perihal kampanyenya di Panti Wreda, Anung menyatakan ia berkampanye kepada penghuni panti, bukan PNS di panti.

“Kita tidak melihat lembaga. Kita melihat beliau-beliaunya, para Lansia yang di sisa hidupnya lepas dari keluarga. Saya tidak bersuara satu pun untuk mengajak PNS,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Panti Wreda Dharma Bhakti, Suryanto mengungkapkan, dirinya mendapat permohonan izin kampanye Anung, Senin (31/8) pagi. Permohonan itu disampaikan secara lisan.

“Saya hanya dikontak tadi pagi oleh sebuah LSM kalau Pak Anung mau ke sini. Prinsipnya kita menerima saja, bukan memfasilitasi. Sudah saya pesan juga untuk tidak membagi foto atau stiker,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge