0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanggulangi Bencana Asap BNPB Alokasikan Rp 385 M

merdeka.com

Kabut asap kebakaran hutan Riau

Timlo.net — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 385 miliar untuk penanggulangan bencana kabut asal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Meski begitu, kabut asap di Riau belum teratasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (30/8) mengatakan, sebagian besar dari alokasi anggaran itu habis untuk biaya operasional pesawat, dan helikopter untuk membuat hujan buatan, dan mengangkut air untuk water Bombing (bom air).

“BNPB menyiapkan anggaran sebesar Rp 385 miliar, sebagian besar untuk sewa dan operasional pesawat dan helikopter,” ujar Sutopo, kepada merdeka.com melalui selulernya.

Heli yang disewa tersebut dari Rusia, dan dibayar dengan mata uang Dollar Amerika. Tim pemadaman udara terdiri dari tiga unit pesawat penyemai awan untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan.

“Ketiga pesawat ini dipersiapkan untuk operasional di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat (Kalbar),” katanya.

Selain itu, BNPB juga mempersiapkan 13 helikopter pembom air. Seluruhnya tersebar di wilayah tempat titik api berada, termasuk Provinsi Riau tiga unit heli dalam keadaan siap untuk melakukan operasi Water Bombing.

“Setiap hari ratusan ton air dijatuhkan dari helikopter dalam operasi pemadaman Karhutla,” jelas Sutopo.

Sementara itu, hari ini jarak Pandang di Kota Pekanbaru mencapai 1.500 Meter. Jarak pandang ini berada di atas rentang jarak pandang normal, seribu meter untuk penerbangan.

“BNPB mendukung upaya penanggulangan bencana asap, ‘Filling the Gap’ kebutuhan ekstrem yang diperlukan untuk pemadaman titik api,” kata Sutopo.

Sutopo menerangkan, berdasarkan satelit Modis, Tera dan Aqua titik panas terbanyak ada di Sumsel dengan 130 Hot Spot, disusul Jambi 87 titik panas, Riau 47 titik, Lampung 16 titik, Bengkulu 7 titik, Sumatera Utara 3 titik, dan Sumbar 1 titik.

“Pada Jumat-Sabtu (28-29 Agustus 2015) sebanyak 218 Sekolah Dasar dan 170 SMP-SMA di Kota Jambi diliburkan karena kualitas udara memburuk,” jelasnya.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge