0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Empat Kerangka Panduan Menuju MEA

foto: Eko

Seminar AUB

Solo – Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof Dr. Djoko Mursinto, M.Ec menyatakan, momentum terwujudnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak dapat dilepas dari peran Asean sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan.

Demikian ungkap Prof Djoko Mursinto di depan 475 mahasiswa S2 STIE AUB Surakarta pada Seminar Nasional Masyarakat Ekonomi Asean dan Tantangan Bagi UMKM, di Kampus STIE AUB Surakarta, Sabtu (29/8).

“Empat kerangka utama Economic Community Blueprint merupakan panduan terwujudnya MEA,” ungkapnya.

Pertama, menurut Djoko, Asean sebagai pasar tunggal dan berbasis produk internasional dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas.

Asean juga sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi, dengan elemen peraturan, kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan dan E-commerce.

Ketiga, Asean sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah dan prakarsa integrasi Asean untuk negara-negara Cambodia, Myanmar, Laos dan Vietnam.

Keempat, Asean sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge