0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Padamkan Kebakaran Hutan, Helikopter Rusia Didatangkan

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Pemadaman kebakaran hutan di Provinsi Riau menelan biaya hingga Rp 60 Miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk menyewa helikopter Kamov dari Rusia dan membuat bom air sebagai pemadam api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger, Sabtu (29/8), mengatakan, biaya sewa helikopter buat bom air memang cukup mahal.

“Jika Heli yang disewa BNPB untuk bom air sekitar Rp 150 juta per jam, maka dalam sebulan terakhir ini sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp 60 miliar,” kata Edward Sanger.

Dikatakan Edward, sistem pembayaran sewa helikopter dari negeri beruang merah itu dengan menggunakan Dolar Amerika Serikat. Sebelum nilai tukar dollar naik, harga sewa hanya Rp 150 Juta. Selepas Dolar AS nilainya di atas Rp 14 Ribu, harga sewa helikopter ikutan melejit hingga Rp 190 Juta per jam.

“Sebelum dolar naik, harga sewa heli itu sekitar USD 14 Ribu atau Rp 150 Juta, karena dolar naik, harga sewa heli pun juga ikut naik. Karena memang mahal menyewa heli dari luar negeri itu,” ujar Edward.

Meski demikian, kondisi kabut asap di Riau sampai saat ini masih tampak tebal. Jarak pandang kendaraan di kota pun terbatas. Sebab masih ada titik api yang belum padam di sejumlah lokasi.

Bahkan, tim pemadam kebakaran dari BNPB yang menggunakan helikopter Kamov tidak berani terbang terlampau tinggi lantaran khawatir dengan jarak pandang terbatas.

“Hari ini, terpantau 47 titik api di enam kabupaten Provinsi Riau. Kabut asap berasal dari kiriman provinsi tetangga dan dari Riau sendiri,” ucap Edward.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge