0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gembong Pencuri Komputer Sekolah Tewas Ditembak

Ilustrasi pencuri (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Alwi (25), warga Tayu Kulon, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, gembong komplotan pencuri spesialis komputer laboratorium di sekolah-sekolah, tewas ditembak oleh Tim Sub Direktorat Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Jumat (28/8), malam tadi.

Alwi mengembuskan napas terakhir setelah sempat dilarikan dan menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bhayangkara, Kawasan Kabluk, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Selain Awi, aparat juga meringkus tiga tersangka lain yang merupakan anggota komplotan yaitu; Nayan Alan Tulus Pangukuh (23) warga Kertosari, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal; Jamsari (38) warga Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal dan Alwi Mustopa (30) warga Pademangan, Jakarta Utara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Gagas Nugraha, menyatakan anggotanya terpaksa melumpuhkan ketiga tersangka menggunakan timah panas mengenai bagian kaki. Pasalnya, saat dalam pengejaran, komplotan tersebut melakukan perlawanan saat dilakukan penyergapan.

“Para pelaku merupakan spesialis pencuri komputer laboratorium milik sejumlah sekolah,” tegasnya.

Para tersangka ditangkap di Jalan Raya Semarang-Demak, Jumat (28/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas. Para pelaku menggunakan satu mobil rental, Daihatsu Xenia warna silver.

“Komplotan ini beraksi terakhir di SMPN 2 Tuntang Salatiga. Mereka membobol laboratorium komputer sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah kami lakukan pengejaran, sekitar pukul 16.00 WIB, mereka berhasil kami tangkap,” katanya.

Gagas menjelaskan berdasarkan hasil keterangan sementara dari para tersangka, mereka telah beraksi kurang lebih sebanyak 40 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jateng.

“TKP itu di antaranya di Blora, Pati, Kudus, Boyolali, Kabupaten Semarang dan Salatiga. Sasarannya laboratorium komputer di sekolah. Ini kelompok profesional,” jelasnya.

Gagas menjelaskan modus operandi komplotan ini saat berkasi dengan cara membongkar casing komputer. Mereka mengambil hardisk, motherboard dan LCD monitor komputer.

“Para tersangka merupakan residivis. Terpaksa kami melumpuhkan para tersangka, karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Sedangkan satu pelaku, meninggal saat perawatan di RS Bhayangkara,” tuturnya.

Kepala Subdit IV Jatanras Dit Reskrimum Polda Jateng, AKBP Taufan, mengatakan, saat beraksi di Salatiga, para tersangka membawa kabur sebanyak 16 monitor LCD.

“Lengkap dengan motherboard dan hardisk. Pelaku sudah melakukan pemetaan wilayah, kemudian beraksi dengan membawa mobil rental,” ujarnya.

Sampai malam ini, jenazah tersangka Awi masih berada di Ruang Otopsi Gedung Kompartemen Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng yang terletak di bagian belakang, Kompleks RS Bhayangkara Semarang.
“Jenazah tersangka ditangani oleh sejumlah dokter yang dipimpin oleh AKBP Ratna. Tim Polda Jateng masih melakukan pendalaman penyelidikan dengan memeriksa sejumlah barang bukti serta memeriksa para tersangka,” pungkasnya. [ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge