0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPU Wonogiri Surati Paslon Terkait SK Pengunduran Diri

timlo.net/tarmuji

Ketua KPU Wonogiri, Mat Nawir

Wonogiri – Surat keterangan pengunduran diri merupakan syarat mutlak yang harus ditempuh bagi calon yang berstatus anggota DPR/DPRD dan bagi yang berstatus PNS. Ketentuan itu sudah dijelaskan dalam peraturan KPU.

“Bagi Pasangan Calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Wonogiri 2015 yang berasal dari DPR maupun DPRD harus serahkan Surat Keputusan pengunduran diri,” ungkap Ketua KPU Wonogiri, Mat Nawir, Jumat (28/8).

Sejak tiga hari setelah ditetapkan sebagai paslon bupati dan wakil bupati, paslon yang berasal dari DPR maupun DPRD menyerahkan surat pernyataan bersedia mengundurkan diri. Sesuai peraturan yang berlaku, KPU memberi waktu 60 hari sejak tanggal ditetapkannya sebagai paslon Bupati dan wakil bupati, paslon harus sudah menyerahkan Surat Keputusan pengunduran diri.

Namun sejauh ini, KPU Wonogiri belum menerima SK pengunduran diri kedua paslon. Yakni calon bupati Hamid Noor Yassin (anggota DPR RI) dan Edy Santosa (wakil ketua DPRD Wonogiri).

Terpisah, Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno saat dikonfirmasi hal tersebut menyebutkan, mekanisme penggantian tentunya dari partai. Namun, terkait pengunduran diri Edy Santoso, DPRD Wonogiri hanya melengkapi berkas.

“Kemudian akan diserahkan ke Gubernur, karena Surat Keputusan Pengundurun dirinya yang mengeluarkan Gubernur,” katanya.

Dia menambahkan, sebelum tanggal 23 Oktober, Surat Keputusan harus sudah ada. Jika tidak ada, pencalonan bisa gugur.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge