0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panwaslu Rekomendasikan Baliho Petahana Dicopot

timlo.net/putra kurniawan

Anggota panwaslu Sukoharjo Muladi Wibowo

Sukoharjo — Baliho milik Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang memajang foto Bupati diminta untuk diganti atau ditutup. Hal ini dinilai menyalahi aturan di dalam PKPU terkait imparsialitas di dalam pelaksanaan pilkada 2015.

“Prinsipnya, semua calon harus mendapat kesempatan yang sama dalam melakukan kampanye dan sosialisasi program maupun figurnya, sehingga kita rekomedasikan untuk ditutup atau diganti,” kata Anggota Panwaslu Sukoharjo, Muladi Wibowo, Jumat (28/8).

Surat resmi rekomendasi terkait baliho calon petahan sudah dikirimkan ke Sekda Sukoharjo pada Selasa (25/8). Panwaslu menginventarisir ada 15 baliho yang memuat foto calon petahan di seluruh Sukoharjo yang harus diganti atau ditutup.

Sedangkan pemasangan baliho kampanye pasangan calon sudah ditentukan KPU di lima titik di Kartasura, Solo Baru dan Sukoharjo Kota. Meskipun tidak ada kaitannya dengan pilkada, 15 baliho calon petahana ini dinilai berpotensi dapat mempengaruhi orang dalam menentukan pilihan.

“Kita berpandangan semua APK maupun bahan kamopanye yang bukan dari KPU itu melanggar, dan prinsip imparsialitas juga jelas diatur dalam aturan pilkada serentak ini,” tandasnya.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukoahrjo pada 9 Desember mendatang diikuti dua pasangan calon. Nomor urut 1 diusung PDIP, calon petahana Wardoyo Wijaya berpasangan dengan Purwadi. Sedangkan nomor urut 2 diusung koalisi Sukoharjo Makmur dari Partai PAN, PKB dan Demokrat, Nurdin berpasangan dengan Anis Mudakhir.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge