0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Devaluasi Yuan Perlu Diwaspadai Eksportir Indonesia

Wakil Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Komda Solo, Adi Dharma Santoso (Timlo.net - Setyo)

Solo – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar ditambah adanya devaluasi Yuan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para eksportir mebel dalam negeri. Pasalnya devaluasi Yuan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap produk mebel dari Tiongkok.

“Saat ini kita belum bisa memprediksi perkembangan kedepan seperti apa. Namun dengan gencarnya produksi Vietnam dan devaluasi Yuan tentu pasar akan ada pilihan lain selain produk dari Indonesia,” ujar Wakil Ketua Asmindo Soloraya, Adi Dharma Santosa kepada Timlo.net, Kamis (27/8).

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut dirinya mengatakan, perlu ada kejelian dari para eksportir Indonesia untuk melihat potensi dan peluang dari kondisi pasar yang terjadi saat ini.

“Untuk mengantisipasi persaingan dengan produk Tiongkok atas dampak dari devaluasi Yuan tentu kita harus memaksimalkan produk yang tidak dipunyai oleh mereka. Baik dari sisi desain, bahan baku dan yang lainya,” jelasnya.

Kendati demikian Adi menuturkan, dengan adanya pelemahan Rupiah saat ini cukup mempengaruhi permintaan pasar ekspor dalam negeri. Meskipun belum bisa dikalkulasi secara angka namun pihaknya mengaku sudah terjadi peningkatan jika dibandingkan sebelumnya.

Sementara menurut data yang dihimpun dari Disperindag Kota Solo, angka ekspor pada triwulan pertama naik sekitar 48,42 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas paling besar menyumbang ekspor adalah tekstil dan produk tekstil (TPT) sekitar 87,74 persen dan ekspor mebel menyumbang 5,63 persen.

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge