0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Kekerasan di SMK PP Cabut Laporan

dok.timlo.net/putra kurniawan
Agus Riyanto menjalani perawatan di RS PKU Kartasura (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Keluarga korban kasus kekerasan Diksatar di SMK Pelayaran Pancasila (PP) akhirnya mencabut laporannya setelah adanya kesepakatan damai antara korban, pelaku dan pihak sekolah. Penanganan kasus penganiayaan yang menimpa Agus Riyanto oleh seniornya ini akhirnya dihentikan.

“Hari Selasa kemarin dari pihak keluarga dan korban, pelaku dan pihak sekolah ke Polsek Kartasura dan mencabut laporannya, sehingga kasus dihentikan. Ke depan kami minta pihak sekolah menggandeng polisi dalam setiap kegiatan seperti ini,” kata Kapolsek Kartasura, AKP Anggono, Kamis (27/8).

Upaya penyelesaian kasus kekerasan kepada anak ini sudah dilakukan beberapa kali, dan pada pertemuan ke dua yang difasilitasi Polsek Kartasura membuahkan hasil damai. Namun demikian, korban Agus Riyanto tidak akan melanjutkan sekolah di SMKPP karena masih trauma dengan kejadian yang menimpanya.

Beberapa poin dalam kesepakatan damai antara korban, pelaku dan sekolah ini diantaranya, pihak sekolah mengembalikan seluruh uang pendaftaran Agus Riyanto. Biaya pengobatan ditanggung sekolah dan Agus Riyanto tidak lagi melanjutkan sekolah di SMK PP.

“Saya kurang tahu korban ini akan melanjutkan sekolah ke mana, yang jelas tidak lagi sekolah di SMKPP, kejadian ini menjadi pelajaran buat kami dan akan lebih meningkatkan fungsi pengawasan dan pencegahan kedepannya,” tandasnya.

Sebelumnya, lima orang siswa baru SMK PP Kartasura menjadi korban kekerasan seniornya saat mengikuti pendidikan dasar ketarunaan. Dua orang siswa termasuk Agus Riyanto harus dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kartasura selama beberapa hari karena mengalami gegar otak ringan. Kasus ini dilaporkan kepada Polsek Kartasura oleh keluarga Agus.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge