0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kena Tembak, Penjaga Minimarket Harus Dioperasi

timlo.net/nanang rahardian

Erwin Hari Saputra saat ditemui wartawan di RSUD Karanganyar

Karanganyar — Mulut Erwin Hari Saputra (24) terpaksa harus dioperasi untuk mengeluarkan peluru air softgun yang bersarang di pipinya. Erwin adalah karyawan minimarket yang disatroni perampok, Rabu (26/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Perampok menembak Erwin karena menolak perintahnya mengambil uang di brankas.

“Iya mas, harus dioperasi untuk mengeluarkan gotrinya,” kata Erwin kepada wartawan di RSUD Karanganyar, Rabu (26/8).

Beruntung salah satu temannya Aris Kristanto (23) lolos dari tembakan perampok. Bahkan.  Dua pegawai Alfamart itu justru balik menghajar pelaku menggunakan potongan besi dan helm milik pelaku. Aksi pelaku terekam kamera closed circuit television (CCTV). Pelaku seorang lelaki bertubuh gempal, mengenakan jaket warna cokelat, dan helm warna putih.

Meski peluru tertinggal di pipi, Erwin tetap lancar berbicara. Dia menceritakan saat pelaku masuk ke toko dan sembari menodongkan senjata sembari  meminta Erwin memasukkan uang ke dalam tas.

“Saya hanya memasukkan 4 lembar sepuluh ribuan tapi pelaku menolak dan memaksa saya dan Aris menunjukkan brankas,” urainya.

Untuk mengulur waktu, dirinya mengajak pelaku berdebat. Merasa kesal, pelaku menembakkan pistol dan mengenai plastik berisi daftar harga rokok di belakang kasir. Pelaku juga melepaskan dua tembakan mengenai tembok.

“Bunyinya nggak dor. Nggak kayak bunyi pistol. Saya tahu, itu softgun,” kata Erwin saat ditemui wartawan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karanganyar, Rabu.

Erwin menambahkan pelaku sempat masuk ke ruang kasir karena dirinya enggan menunjukkan brankas. Saat itulah, dirinya mengambil potongan besi dari bawah meja kasir.

“Saya pukulkan ke helm sampai besinya patah. Lalu helm lepas. Helm diambil teman dan digunakan untuk memukul kepala pelaku,” cerita Erwin sembari berbaring di tempat tidur RSUD.

Erwin mengaku tidak berpikir apapun saat menyerang pelaku. Dia hanya nekat karena merasa bertanggungjawab atas minimarket yang dijaganya.

“Sampai nggak kerasa kalo kena tembakan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge