0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Industri Pioner Dapat Prioritas Tax Holiday

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Pemberian kebijakan pembebasan pajak untuk jangka waktu tertentu atau tax holiday disempurnakan. Penyempurnaan ini dikemas dalam PMK No. 159/PMK.010/2015 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan yang mulai berlaku 16 Agustus 2015.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui, langkah ini diambil agar semakin banyak investor menanamkan modalnya di Indonesia. Industri pioner seperti baja, diprioritaskan memperoleh tax holiday.

“Kegunaannya bisa memberi nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi, memperkenalkan teknologi baru, dan memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional,” ujar Bambang, Kamis (27/8).

Fasilitas yang ditawarkan dalam aturan tersebut yakni diskon hingga pembebasan Pajak Penghasilan Badan (PPh). Paling sedikit 10 persen. Untuk jangka waktunya paling sebentar lima tahun dan paling lama bisa mencapai 15 tahun.

Menteri Perindustrian Saleh Husin memaparkan, industri yang berhak mengajukan fasilitas keringanan pajak antara lain, logam hulu, pengilangan minyak bumi, kimis dasar organik yang bersumber dari minyak bumi dan gas alam, permesinan, industri di bidang sumberdaya terbarukan, dan industri peralatan komunikasi. Dia menegaskan, industri pionir mempunyai peran strategis menggenjot pertumbuhan industri nasional.

“Dalam konteks tax holiday, industri pionir adalah industri yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional, dan memberi nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi,” tuturnya.

Saleh menjelaskan, pemberian fasilitas fiskal tersebut sudah mengalami beberapa kali perpanjangan. Sebelumnya, pada PMK No. 130/PMK.011/2011, batas akhir pengusulan fasilitas tax holiday sampai 15 Agustus 2014.

Lantas Kemenkeu mengeluarkan PMK No. 192/PMK.011/2014, isinya batas waktu pengusulan fasilitas Tax Holiday diperpanjang sampai dengan 15 Agustus 2015. Dengan terbitnya PMK No. 159/PMK.010/2015 maka pengajuan fasilitas ini mulai berlaku lagi terhitung 16 Agustus 2015.

“Kementerian dan lembaga terkait sepakat untuk melanjutkan kebijakan pemberian fasilitas Tax Holiday dengan sekaligus melakukan penyempurnaan atas kebijakan itu,” ucap Saleh.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge