0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kesesatan Peradilan Hantar Marthius Raih Doktor UMS

dok.timlo.nettyo eka
Marthinus Mambaya raih doktor di UMS (dok.timlo.nettyo eka)
Sukoharjo — Kesesatan peradilan telah menghantar Marthinus Mambaya meraih gelar Doktor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam Ilmu Hukum, setelah berhasil mempertahankan disertasinya depan dewan penguji yang dipimpin Prof Dr Bambang Setiaji, di Auditorium UMS, Kampus Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (27/8).
Berdasarkan disertasinya yang berjudul “Kesesatan Peradilan: Perspektif Hukum Dan Etika Dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia”, Marthinus mengemukakan, kesesatan peradilan terjadi karena secara yuridis, norma-norma hukum acara pidana khususnya yang memberikan perlindungan terhadap tersangka atau terdakwa diabaikan, termasuk melanggar asas-asas peradilan.

“Oleh karena itu sistem pengawasan yang ketat untuk mengontrol tindakan-tindakan penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum mutlak dilakukan,” jelasnya.

Misalnya melalui penerapan code of conduct pada masing-masing subsistem peradilan pidana, disamping sistem pengawasan yang dibangun dalam rancangan KUHAP dengan membentuk hakim komisaris.

Secara substantif, menurut Marthinus, perlu dilakukan penyempurnaan KUHAP, sehingga peluang penyalahgunaan wewenang dapat diminalkan. Misalnya dalam Rancangan KUHAP dengan menambahkan ketentuan yang membatalkan atau menyatakan bukti yang diperoleh secara hukum tidak dapat dijadikan alat bukti, atau secara tegas dinormalkan.
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge