0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dolar Naik, Omset Pengrajin Rotan Turun

Dok. Timlo.net/
Kerajinan mebel rotan yang diekspor ke sejumlah negara di berbagai belahan benua (Dok. Timlo.net/)

Sukoharjo — Terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak pada sepinya order kerajinan rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak. Pasalnya, sebagian besar pengrajin di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak memasarkan produknya ke luar negeri berdasarkan pesanan.

”Sejak rupiah melemah, penjualan ke luar negeri turun drastis hingga mencapai 25 persen, barang saat ini masih menumpuk di gudang karena memang tidak bisa jual,” kata salah satu pengrajin rotan, Supardi, Rabu (26/8).

Pada kondisi normal, dalam sebulan per pengrajin mampu mengirim satu kontainer kerajina rotan ke luar negeri, seperti ke, Cina, Australia dan Amerika. Namun sejak dua bulan terakhir, belum ada satupun barang yang diminati pengelola hotel dan cafe di luar negeri ini terjual.

Kondisi ini mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi para pengrajin, pasalnya untuk bahan baku rotan harus didatangkan dari Kalimantan melalui pengepul di Surabaya. Dengan harga bahan baku sudah cukup tinggi, dan barang kerajinan tidak bisa dijual, mengakibatkan sejumlah pengrajin beralih ke pekerjaan lainnya.

“Dari semula ada 150-an pengrajin di Desa Trangsan, sedikitnya 50 pengrajin sudah gulung tikar dan alih profesi karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk bertahan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge