0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Isu Pengaturan Skor Piala Kemerdekaan, Ini Versi Persis dan PPSM

dok.timlo.net/gg
Piala Kemerdekaan 2015 (dok.timlo.net/gg)

Solo – Piala Kemerdekaan dihantam isu pengaturan skor selama babak penyisihan grup digelar sejak 15 Agustus lalu. Beragam pendapat dikemukakan tim peserta. Persis Solo dan PPSM Magelang yang sama-sama tersingkir dari grup C, justru memiliki penilaian yang berbeda.

“Saya sendiri kok merasa tidak mungkin ada pengaturan skor di grup C kemarin. Karena seluruh tim berjuang keras dalam persaingan. Kalaupun ada pengaturan skor, tentu Persis Solo sebagai tuan rumah akan lebih banyak diuntungkan. Tapi jutru malah tersingkir,” beber Direktur Sport Persis Solo, Totok Supriyanto, Rabu (26/8).

Kendati tak menyebut adanya indikasi pengaturan skor, Totok mengaku bahwa timnya banyak dirugikan oleh kinerja wasit. Alhasil Persis pun gagal melaju ke babak delapan besar.

“Sebenarnya bukan Persis saja yang dirugikan. Tim lain pun punya alasan yang sama soal wasit. SDM wasit memang masih buruk,” tambahnya.

Lain halnya yang diakui pihak PPSM Magelang. Pelatih PPSM, Gatot Barnowo mengklaim adanya kemungkinan pengaturan skor di Piala Kemerdekaan. Hal itu diakuinya sendiri saat partai terakhir melawan Persinga Ngawi di Bantul, untuk perebutan tiket delapan besar.

“Banyak orang yang dengan bebas keluar masuk ruang wasit saat di Bantul. Tidak ada penjagaan sama sekali. Baik dari panitia lokal maupun pusat. Melihat kondisi seperti itu, sangat dimungkinkan terjadi tindak kecurangan. Katanya turnamen ini demi tata kelola sepak bola yang lebih baik?,” tandas Gatot.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge