0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Penculikan di Sragen Ternyata Hanya Isapan Jempol

dok.timlo.net/agung widodo
Kapolsek Sambirejo, AKP Kabar Bandianto (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kabar soal kasus penculikan yang dialami Ratih Marganingsih (16), warga Dukuh Sambirejo RT 2, Kecamatan Sambirejo, Sragen ternyata hanya isapan jempol. Berita yang terlanjur beredar di masyarakat luas tersebut merupakan sebuah cerita yang sengaja dibuat oleh Ratih untuk menghindari kemarahan ibunya, Darsi Rahayu (48).

Cerita asli di balik kabar penculikan itu diungkapkan Kapolsek Sambirejo AKP Kabar Bandianto, Selasa (25/8) malam. Disampaikan, dari pengakuan Ratih sendiri ternyata waktu itu dia tidak diculik oleh lelaki bertubuh gemuk seperti SMS yang dikirimkan kepada ibunya. Tapi cerita sebenarnya, Ratih mengaku pergi bersama kekasihnya yang bernama Fajar Rahmanto (19), warga Dukuh Bonggo RT 25, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung.

“Ternyata tadi dia baru mengakui dengan jujur bahwa sebenarnya dia tidak diculik. Tapi ingin ketemu pacarnya dan malam itu dijemput pakai sepeda motor. Karena takut dimarahi ibunya, akhirnya dia kirim SMS bahwa dirinya diculik,” kata AKP Kabar Bandianto mewakili Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo.

Kabar menjelaskan, setelah menginap semalam, Ratih akhirnya dikembalikan, tapi tidak langsung ke rumahnya di Sambirejo, melainkan di rumah kerabatnya di Dukuh Bontit, Kecamatan Gondang. Pihaknya lantas juga mengecek kebenaran cerita itu ke rumah Fajar.

Dari keterangan Fajar pun diperoleh informasi sama, bahwa Fajar sengaja menjemput Ratih dan mengajak menginap di rumahnya semalam. Namun karena takut dimarahi ibunya, Ratih berinisiatif mengarang cerita bohong melalui SMS kalau dia menjadi  korban penculikan oleh orang tak dikenal.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge