0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Boyolali Siaga Kekeringan

dok.timlo.net/nanin
Warga antre air bersih (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Meluasnya dampak musim kemarau di wilayah Kabupaten Boyolali, Pemkab memberlakukan status siaga kekeringan hingga September mendatang. Dari data di BPBD Boyolali tercatat ada 44 desa di 6 kecamatan yang saat ini mengalami krisis air bersih.

“Kita tetapkan siaga kekeringan hingga September,berdasar pada BMKG dimana puncak kemarau terjadi di bulan itu,” ungkap Kepala BPBD Boyolali, Nur Khamdani, Rabu (26/8).

Dengan penetapan siaga kekeringan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis air bersih. Bantuan air bersih sudah dianggarkan sebesar Rp 106 juta oleh Bagian Kesra Setda Boyolali. Droping air diutamakan di desa yang rawan kekeringan dan tidak ada sumber air. Setidaknya ada enam kecamatan yang saat ini krisis air bersih, yaitu Wonosegoro, Juwangi, Kemusu, Klego, Selo, dan Musuk.

“Kekeringan di Boyolali masih 20% dari kebutuhan air bersih masyarakat,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge