0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Simulasi Pengamanan Pilkada

KPU Klaten Dikepung, Polisi Tembakkan Water Cannon

dok.timlo.net/aditya wijaya
Simulasi pengamanan Pilkada di Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Guna mengantisipasi tindakan anarkhis saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Polres Klaten menggelar simulasi pengamanan Operasi Mantap Praja 2015 di halaman Mapolres setempat, Rabu (26/8).

“Kami melaksanakan latihan untuk menghadapi situasi kotijensi. Ini merupakan suatu tahap akhir apabila langkah preventif masih belum berhasil, maka langkah terakhir dilakukan, yakni tentang pengendalian massa,” ungkap Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo, Rabu (26/8).

Dari pantauan Timlo.net, simulasi bermula saat kericuhan proses penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tidak terima ada indikasi kecurangan, puluhan orang bergerak mengepung kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten.

Akibatnya, Polres Klaten mengerahkan pasukan Dalmas (pengendali massa) untuk membuat barikade. Namun massa tetap berusaha masuk ke KPU dan menjebol barikade. Tim negoisator dari Polwan Klaten pun diterjunkan. Mereka berhadap-hadapan dengan massa yang mulai emosi, tapi tidak mampu meredamnya.

Tidak terima, massa melempari petugas dengan sejumlah batu dan bom molotov. Situasi chaos. Sebuah mobil water cannon dari Brimob Subden 1 C Srukarta tiba. Dengan menyemprotkan air, massa berhasil dihalau. Mereka pun kocar-kacir meninggalkan Kantor KPU Klaten.

“Selama Operasi Mantap Praja, kami akan menerjunkan dua pertiga personel atau sekitar 800 anggota, mulai dari Polsek. Selain itu kami juga mendapat BKO (bantuan kendali operasi) sebanyak dua peleton Brimob pada H-1 dan hari H pencoblosan. Kami juga minta bantuan dari TNI yakni Kodim Klaten,” imbuh AKPB Langgeng.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge