0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

JK Balas Kritikan SBY

dok.merdeka.com

Wapres Jusuf Kalla

Timlo.net – Pernyataan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal keterpurukan perekonomian tanah air disanggah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Wapres menilai, ukuran kewajaran dalam hal ekonomi relatif banyak.

Ada beberapa ukuran dalam menakar kondisi perekonomian masyarakat Indonesia, antara lain ukuran daya beli, nominal uang dan inflasi.

“Katakanlah daya beli, dulu 10 tahun lalu dengan USD 1 bisa makan di warung Padang, Rp 8.000, Rp 9.000 kan bisa kenyang 10 tahun lalu. Tapi sekarang, tak bisa makan USD 1 di warung Padang. Jadi rupiah itu diukur dari daya belinya, inflasi antara rupiah dengan dollar itu masih oke,” kata JK, Selasa (25/8).

JK pun menanggapi santai sentilan SBY yang meminta jajaran kabinet Jokowi-JK tidak menganggap enteng masalah ekonomi yang kini sedang dihadapi.

“Kita paham benar Pak SBY, kita tidak underestimate. Tapi langkah-langkah ini langkah sedunia. Jadi memang kita melemah ke dollar, tapi tidak ke mata uang yang lain. Jadi daya beli kita sama dengan China sama dengan Malaysia,” jelas JK.

JK mengingatkan semua pihak bahwa USD bukan satu-satunya pegangan dan ukuran nilai tukar.

“Yen juga ukuran. Dengan Yuan, dengan Ringgit dulu satu Ringgit Rp 3.000. Sekarang sisa kita lebih kuat perkembangannya dua bulan terakhir,” tutur JK.

Kondisi ekonomi Indonesia terus merosot. Bahkan nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah. Terbaru, satu USD sudah tembus mencapai Rp 14.082.

Sebelumnya, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui memang tidak hanya Indonesia yang kondisi ekonominya terus menurun. Menurut dia, ekonomi di negara-negara di Asia juga mencapai titik level waspada.

“Negara-negara Asia harus sungguh menyadari bahwa perkembangan ekonomi sudah lampu kuning. Cegah jangan sampai merah,” kata SBY dalam akun Twitternya @SBYudhoyono.

SBY menyatakan, kejatuhan nilai tukar mata uang, saham gabungan dan harga minya sudah melebihi kewajaran. Makro dan mikro ekonomi, sektor keuangan dan riil telah terpukul.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge