0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ekonom UNS: Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 Per Dollar AS

dok.timlo.net/tyo eka
Lukman Hakim PhD, pakar ekonomi UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ekonom Universitas Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim menyatakan, bila situasi perekonomian terus berlarut-larut dan tidak menentu, serta pemerintah tidak segera bertindak nyata, maka nilai rupiah bisa makin anjlok menembus Rp 20.000 per dollar US.

“Kalau pemerintah tidak action apa-apa, omong doang, hal itu bisa terjadi,” ujar Lukman Hakim yang juga Pakar Ekonomi Moneter saat bertemu Timlo.net, di ruang kerjanya, kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Solo, Rabu (26/8).

Apalagi Bank Indonesia (BI), lanjut Lukman, hingga saat ini tidak bergerak apa-apa, dan masih bersikukuh pada suku bunga tinggi yakni 7%, serta BI tidak produktif.

Terpuruknya rupiah saat ini, menurut Lukman, salah satunya karena Indonesia gagal mengembangkan industri manufaktur dan masih tergantung hasil tambang dan mineral. Padahal tambang mulai merosot saat pemerintahaan SBY terakhir atau kwartal pertama 2014. Sedang ekspor manufaktur hampir tidak ada.

“Akibatnya mata uang kita (rupiah) melemah terus,” ujarnya.

Karena itu, kata Lukman, pekerjaan rumah kita jangka panjang adalah didorong tumbuh berproduksi, selanjutnya ekspor. Kalau ekspor bisa diperbesar, maka mata uang rupiah menguat.

“Menghadapi situasi ini, pemerintah dan masyarakat jangan panik,” pintanya.

Jangka pendek, lanjut Lukman, agar pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh maka¬† fiskal harus digalakkan dan didorong. Juga penyerapan anggaran dilakukan secepatnya, dan program padat karya harus dilakukan. “Dengan begitu ekonomi masyarakat bisa bertahan,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge