0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Simulasi Pengamanan Pilkada Solo, 1 Orang Tewas

Polresta Solo gelar simulasi pengamanan Pilkada (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Suasana Kota Solo yang awalnya tenang tiba-tiba pecah dengan ulah sekelompok massa yang kurang puas dengan hasil Pilkada. Mereka melakukan unjuk rasa, membakar ban bekas hingga penjarahan di sejumlah kawasan. Melihat hal tersebut, aparat tak tinggal diam. Upaya preventif (pencegahan) dengan cara melakukan mediasi antara koordinator lapangan (Korlap) langsung dilakukan. Namun, nampaknya upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

Massa makin beringas dengan melakukan pelemparan terhadap anggota polisi. Sejumlah anggota banyak yang menderita luka-luka. Melihat situasi tersebut, polisi menerjunkan anggota Brimob untuk meredam situasi. Anggota Brimob pun akhirnya kewalahan mengantisipasi aksi demo yang terjadi. Tak kehilangan akal, akhirnya pihak Polresta Solo berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk meminta personel tambahan guna mengendalikan massa yang beringas.

Setelah mendapat bantuan dari pihak Polda dengan personel yang lebih banyak serta peralatan yang lengkap, akhirnya aksi massa dapat teratasi.

Namun, tak sampai di situ saja. Di sejumlah kawasan lain di Kota Solo ternyata terjadi aksi penjarahan. Personel yang baru mengatasi aksi demo langsung diangkut untuk mengantisipasi aksi lebih parah lagi. Lantaran situasi sudah sangat kacau, polisi akhirnya menembakkan gas air mata kepada massa yang melakukan penjarahan. Namun, massa tak tinggal diam dan melakukan balasan dengan melempari batu. Polisi yang makin terdesak akhirnya melepaskan tembakan dan mengakibatkan seorang massa tewas dan lainnya luka-luka.

Namun jangan salah, aksi yang dilakukan di atas merupakan simulasi yang digelar jajaran Polresta Solo dalam mengantisipasi hal tidak diinginkan saat Pilkada Desember mendatang.

“Kegiatan ini merupakan simulasi untuk mengantisipasi kemungkinan buruk saat terjadinya dalam Pilkada yang digelar,” kata Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi, Rabu (26/8).

Selain aksi kerusuhan yang ditampilkan, juga terdapat aksi penjinakan bom dari Tim Gegana Brimob Detasemen C Solo. Aksi ini dilakukan, selain siap dalam mengantisipasi aksi massa polisi juga siap mengantisipasi aksi dari para anggota teroris. Mengingat, beberapa waktu lalu anggota sejumlah anggota teroris sempat ditangkap di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon.

“Pihak kami selain siap mengantisipasii aksi massa, juga siap mengantisipasi aksi terorisme,” ungkap Kapolresta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge