0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Emil Salim: DAS di Seluruh Indonesia Sakit

dok.timlo.net/eddy j sutopo
Prof Emil Salim (dok.timlo.net/eddy j sutopo)
Solo — Mantan Menteri Kependudukan dan Lingkungan (KLH) Hidup Emil Salim menegaskan, kerusakan lingkungan di Indonesia samakin parah. Hal ini dapat dilihat dari pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) di hampir seluruh kawasan di propinsi. Kesadaran pemerintah dalam menggerakkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan DAS, tak pernah terealisasikan secara masif dan terstruktur.
“Ambang batas pencemaran sudah tidak bisa ditolelir. Sungai di seluruh daerah tercemar berat. Pemerintah seharusnya menindak tegas pencemar DAS. Keadaan sungai kita sedang sakit,” tandas Emil  dalam seminar bertajuk Restorasi DAS Mencari Keterpaduan di Tengah Isu Perubahan Iklim, di Aula Pascasarjana UNS, Selasa (25/8).
Indikatornya gampang, ujar Emil memaparkan, bila ikan di DAS banyak yang mati dan tidak bisa dikonsumsi itu artinya pemerintah setempat harus bertindak cepat.  Sejak UU nomor 32 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,  kondisi kerusakan lingkungan di DAS tak dapat dibendung.
“Pemerintah daerah seharusnya bertindak cepat.  Pendekatan akal harus digunakan untuk menyelamatkan kehidupan rakyat, agar tidak semakin parah,” ujar dia.
Pemerintah daerah tidak bisa menunggu terlalu lama agar kondisi yang mencemaskan tersebut akan bertambah parah.  Apalagi, ujar gurubesar emeritus Fak Ekonomi Pembangunan Universitas Indonesia, bila presiden tidak secepatnya mengambil tindakan pencegahan. Di jaman Orde Baru, tambah Emil, bila presiden berkata hitam, policy sampai ke daerah semua seragam sama.
“Kalau dulu presiden bicara hitam, seluruh jajaran di tingkat pemerintah daerah juga akan ngomong sama hitam. Sekarang tidak lagi. Sekarang tidak seperti itu, lebih banyak didominir politisi yang bicara,” tandas Emil.
 Ditanya soal dampak lahan gambut sejuta hektar yang justru menuai masalah berkepanjangan, Emil Salim mengatakan program tersebut sekarang tidak lagi dilanjutkan. “Sewaktu Presiden Jokowi meninjau ke lahan gambut, program itu telah dihentikan. Sekarang sedang dilakukan restorasi total,” pungkas Emil
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge