0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masih Merangkap Jubir, Ini Kata Johan Budi

dok.merdeka.com

Johan Budi

Timlo.net – Aanggota Pansel Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Supra Wimbarti menanyakan soal kekosongan juru bicara KPK kepada Johan Budi SP. Kekosongan ini terjadi setelah Johan diangkat menjadi deputi dan selanjutnya ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Plt Pimpinan KPK. Johan Budi sendiri kini ikut dalam bursa calon pimpinan KPK.

Supra mempertanyakan mengapa Johan masih sering tampil di media dan melakukan fungsi jubir KPK. Jika Johan masih memerankan sebagai jubir, maka tidak mungkin KPK akan kesulitan mencari penggantinya.

“Kok jubir belum dikloning? Semakin bapak dikedepankan, semua jadi over, semakin bapak ditokohkan akan sulit ditemukan jubir, kalau bapak jadi pimpinan KPK nanti, harus dicari orang yang cool di media seperti bapak, ini bisa ditularkan,” tanya Supra, Selasa (25/8).

Menjawab pertanyaan tersebut, Johan menjelaskan bila semenjak dirinya tak lagi menjabat sebagai jubir sudah dilakukan rekrutmen sebanyak dua kali. Sewaktu dirinya diangkat menjadi Deputi dan kemudian Plt Pimpinan KPK.

“2 Kali rekrutmen dari luar, jauh sebelum saya jadi Plt, sewaktu saya masih deputi, tapi tak diterima,” kata Johan.

Menurut Johan, dalam situasi sekarang ini untuk menjadi jubir haruslah orang yang tepat. Apalagi KPK sering kali mendapatkan serangan-serangan dari berbagai pihak.

Seorang jubir KPK, tambah Johan, merupakan orang di garda depan yang mampu menempatkan diri untuk menjelaskan secara penuh akan fungsi dan kinerja KPK. Jubir harus menjadi bemper KPK dan bisa menjelaskan kepada publik. Apalagi sekarang ini banyak pimpinan KPK yang enggan melaksanakan fungsi sebagai jubir.

“KPK dapat serangan harus ada orang terdepan untuk menjelaskan, untuk menjadi bemper KPK. Sekarang kebablasan, pimpinan KPK lain tak mau, saya biasa saja,” jelas Johan mengapa dirinya masih seringkali melakukan peran sebagai jubir.

Selain itu, Supra juga menanyakan apa yang bakal dilakukan Johan terkait SDM yang dimiliki KPK jika nantinya terpilih sebagai pimpinan KPK. Sebab, saat ini KPK memiliki pegawai sekitar 1.200 orang.

“Salah satu makalah yang saya sampaikan adalah building, SDM di KPK adalah aset, terciptanya kultur KPK karena SDM seperti itu. Yang saya lakukan pertama, kemampuan untuk menjalankan tupoksi, modus korupsi saat ini semakin canggih,” jelas Johan.

“Kedua membangun karakter anti korupsi, harus punya integritas. Membangun integritas itu seperti membangun iman, naik turun. Orang yang tak biasa memegang kekuasaan memiliki anti korupsi yang besar, ke belakang sudah agak berbeda,” lanjutnya.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge