0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rapat Tertutup, Panwas Nilai KPU Tak Etis

timlo.net/agung widodo

Rapat pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati KPU Sragen, Senin (24/8).

Sragen – Komisioner Divisi Hukum Pencalonan Pengawasan dan Kampanye KPU Sragen, Diyah Nur Widowati mengatakan, berdasarkan surat edaran (SE) KPU No 510/KPU/VIII/2015 tertanggal 23 Agustus 2015, rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati dilakukan secara tertutup. Rapat hanya dihadiri komisioner KPU dan secretariat tanpa kehadiran paslon dan Panwaskab.

“Pleno ini tertutup dan tidak melibatkan Panwaskab. Kewenangan ada di komisioner, namun hasil rapat pleno tetap kami sampaikan ke Panwaskab,” kata Diyah kepada wartawan, Senin (24/8).

Menurut Diyah, setelah melakukan pemeriksaan dan penelitian berkas, seluruh paslon dinyatakan memenuhi syarat pencalonan dan syarat calon sebagaimana yang diatur dalam PKPU No 9 dan PKPU No 12. Pihaknya juga telah memberikan hasil rapat pleno ke masing-masing paslon dan mengumumkan di papan pengumuman KPU serta di website KPU Sragen.

Sementara, anggota Panwaskab Sragen, Heru Cahyono mengatakan, terkait rapat tertutup, Panwaskab telah mengomunikasikan kepada KPU agar mengundang paslon dan tidak perlu mengantarkan hasil rapat pleno kepada masing-masing paslon. Karena berdasarkan pasal 67 ayat 1 PKPU No 9 disebutkan, KPU mengumumkan hasil penetapan paslon di kantor KPU, bukan diantar ke masing-masing paslon.

“Mestinya paslon diundang. Kalau diantar, kami menilai ini tidak sesuai dengan etika penyelengaraan pemilu,” tandas Heru.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge