0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Air Hujan Menipis, Warga Girpasang Ngangsu ke Dasar Jurang

timlo.net/aditya

Penyaluran air bersih di Dukuh Pajegan, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten

Klaten – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten menyalurkan bantuan air bersih di kawasan lereng Gunung Merapi, Senin (24/8). Kali ini sasaran droping air diberikan kepada warga Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.

“Sudah dua bulan terakhir persediaan air kami menipis. Sebab, bak penampungan air hujan milik warga sudah kosong,” kata Ketua RT 07/RW 02 Giripasang, Yoso Rejo (60), Senin (24/8).

Dari pengamatan Timlo.net, truk tangki BPBD tidak langsung disalurkan ke Girpasang, melainkan ditampung di bak penampungan air di salah satu warga Dukuh Pajegan. Pasalnya, lokasi dukuh yang berjarak empat kilometer dari puncak Merapi ini dipisahkan oleh jurang. Tidak ada akses kendaraan untuk memasuki Girpasang.

Akibatnya, dukuh berjumlah 34 orang atau 11 KK (kepala keluarga) ini harus turun ke jurang untuk mengambil air. Bila memiliki rejeki, mereka akan patungan merogoh kocek Rp 220 ribu hingga Rp 250 ribu untuk membeli satu tangki air.

“Kalau beli air, tangki akan berhenti di Pajegan. Kemudian disalurkan melalui pipa ke tandon (bak air hujan) masing-masing rumah warga. Kalau tidak kuat membeli, ya ngangsu air sekitar sumber air di jurang. Itu pun harus jalan kaki dan bisa ngangsu sehari tiga kali,” imbuh Yoso.

Sementara itu, Komandan Kodim 0273/Klaten Letkol Infanteri Thomas Heru Rinawan mengatakan, sejak memasuki musim kemarau pihaknya bersama BPBD akan terus menyalurkan bantuan air ke warga Klaten.

“Sejak hari Jumat (21/8) lalu, kami mulai gencar mengirim bantuan. Rencananya sebanyak 60 tangki air bersih. Bantuan ini dari warga Klaten sendiri yang peduli kepada nasib sesama saudara. Kami dan BPBD hanya sebagai fasilitator,” katanya saat ditemui disela-sela droping air.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge