0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rizal Ramli : Kita Akan Cari Pelaku Dwelling Time di Tanjung Priok

merdeka.com

Rizal Ramli

Timlo.net — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menegaskan akan mengusut tuntas dugaan kasus suap dan gratifikasi waktu tunggu muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rizal mengatakan, Menko Kemaritiman akan bekerja sama dengan polisi dan TNI berantas mafia dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita akan cari pelaku dan orang yang di belakangnya. Mau dia pejabat atau bukan akan kita selesaikan sampai tuntas,” kata Rizal di kediamannya Jalan Bangka 9 Nomor 49 R, Jakarta Selatan, Minggu (23/8).

Rizal mengatakan, akan mengadakan rapat pekan depan untuk menyelesaikan kasus dugaan suap dan gratifikasi waktu tunggu muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Memang kami minggu depan akan menggelar rapat dan membahas hal – hal yang dilakukan untuk mengurangi dwelling time,” kata Rizal.

Menurut, mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini, rencananya ada 5 hal yang akan dibahas dan dibicarakan dalam rapat untuk menyelesaikan masalah dwelling time tersebut. Pertama, kata dia, dengan mempersingkat proses pemeriksaan dwelling time di jalur merah dan hijau yang dinilai terlalu lama bagi pelaku usaha.

“Di Bea Cukai, importir jadi terpekara dan proses pembelian disana hampir lewat lantaran menghabiskan waktu pemeriksaan yang lama. Misalnya industri yang diperiksa pada jalur merah dengan jumlah sedikit jadi permainan pihak lain, sedangkan pemeriksaan barang impor di jalur hijau mudah diketahui spesifiknya apa,” terangnya.

Kedua, menaikan harga dwelling time peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengurangi penumpukkan kontainer barang. Sehingga, pelaku usaha tak seenaknya menumpuk barang lantaran biaya sewa murah.

Ketiga, menurutnya, dengan membangun transportasi untuk mempermudahkan mengangkut barang-barang ke pelabuhan Tanjung Priuk.

“Di negara lain ada jalur kereta api, sehingga mempercepat barang-barang di antar sehingga tak macet dan beban bisa langsung dikeluarkan,” ujarnya.

Selanjutnya, memperbaiki sistem komputerisasi sehingga memudahkan petugas pelabuhan dan pelaku usaha mengetahui lokasi dan spesifik barang tersebut.

“Memperbaiki manajemennya, lewat informasi di komputer. Akan ada peningkatan teknologi disana biar nggak ribet,” tandasnya.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge