0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kirab NBS, 15 Gunungan Diarak

timlo.net/daryono

Kirab NBS

Solo РTerik matahari menjelang sore tidak menyurutkan antusiasme warga Kelurahan Sondakan, Laweyan, di Lapangan Sriwaru, Minggu (23/8). Ribuan warga mulai anak-anak hingga orang dewasa mengikuti kirab Napak Budaya Samanhoedi (NBS) 2015. Warga yang tidak menjadi peserta kirab tampak bersemangat menantikan satu persatu rombongan kirab keluar dari Lapangan Sriwaru. Keceriahaan warga terlihat jelas saat rombongan kirab melintas.

“Ada 35 kelompok atau komunitas terlibat. Kurang lebih jumlahnya 1.500 orang,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sondakan, Andri Albicia Hamzah, di sela kirab.

NBS 2015 menampilkan beragam potensi masyarakat Sondakan. NBS tahun kelima ini juga mengangkat potensi lima pasar tradisional di Sondakan yakni Pasar oleh-oleh Jongke, Pasar Kaleng Kabangan, Pasar Buah, Pasar Sayuran dan Pasar Senggol. Total, terdapat 15 gunungan di kirab.

Melalui NBS 2015, Albi, sapaan Andri Albicia Hamzah, berharap bisa mengajak warga Sondakan meneladani semangat berdagang H. Samanhoedi. Pasalnya, Samanhoedi sebagai pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) lahir di Sondakan.

“NBS ini kan berawal dari kerisauan letak Sondakan yang berdekatan dengan Kampung Batik Laweyan. Selama ini, perhatian lebih Laweyan saja. Kita ingin Sondakan ini bisa dapat perhatian juga. Tahun ini kita singgung pasar rakyat agar bisa menjadi pasar wisata,” beber dia.

Kirab NBS ini mengambil start dari Lapangan Sriwaru melewati Jl Dr Rajiman – Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Slamet Riyadi, Jl Transito – Jl Truntum Raya dan kembali di Lapangan Sriwari. Kirab budaya ini merupakan puncak rangkaian NBS. Sebelumnya pada Kamis (20/8) dilakukan ziarah ke Makam H Samanhoedi dan dilanjut Sarasehan pada Sabtu (22/8).

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge