0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Maraknya Iklan Tak Berijin Dikeluhkan Warga Via Graffiti

merdeka.com

Kritikan terhadap keberadaan baliho

Timlo.net — Saat ini hampir setiap perempatan dan pertigaan jalan umum di Kota Denpasar, selalu dijadikan tempat untuk promosi dang memasang iklan lewat baliho dan sepanduk juga tempelan stiker. Bahkan, selain ijinnya tidak ada, sampah visual ini sangat mengotori keindahan kota. Ironisnya, petugas terkait terkesan tutup mata.

Hal ini nampaknya yang membuat tembok di sudut perempatan Jalan Supratman dan Waribang di lingkungan wilayah Kesiman Kecamatan Denpasar Timur diberi graffiti pesan kritik sosial.

Di situ digambar sesosok tengkorak sedang menyembah memohon kepada Sang Hyang Embang (Penguasa alam) mengungkapkan doa yang di tulis, ‘Ratu Sangyang Embang, Semoga di perempatan ini tidak akan pernah ada baliho-baliho iklan dan sejenisnya’.

Tulisan dengan cat putih dengan dasar warna hitam ini, sangat menyedot perhatian pengguna jalan ketika lampu traffic light menandakan tanda warna berhenti.

“Kemarin sore belum ada gambar tulisan ini, mungkin semalam dibuatnya. Beginilah kalau pemerintah tidak tegas,” kata salah seorang pengendara sepeda motor di Denpasar, Bali, Minggu (23/8).

Sementara itu di media sosial marak meme bahwa Bali tidak hanya memiliki julukan ‘Seribu Pura’ tetapi juga ‘Seribu Baliho’. Ironisnya ada juga yang menyebut ‘Kuta bukan lagi Kampung Turis’ tetapi ‘Kampungnya Para Ormas’.

[efd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge