0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Seperti Apartemen, Kondisi Rusunawa Jatinegara Masih Dikeluhkan

merdeka.com

Warga Kampung Pulo pindah ke Rusun Jatinegara

Timlo.net — Pembongkaran rumah warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, berujung ricuh. Mereka memilih bertahan meski jauh-jauh hari sudah diingatkan agar segera mengosongkan rumah.

Gubernur DKI Basuki T Purnama mengambil tindakan tegas karena tanah yang ditempati warga ilegal. Ahok juga sudah menyediakan rumah susun sewa (Rusunawa) Jatinegara Barat, tetapi hanya sebagian warga yang mau direlokasi.

Jika dilihat Rusunawa dengan cat warna putih itu seperti apartemen, karena dilengkapi dengan lift. Fasilitas di dalam kamar juga cukup lengkap. Warga Kampung Pulo bisa lebih nyaman dan tidak perlu takut dihantam banjir.

Tercatat di Rusunawa terdapat 10 lift, tangga darurat, posko kesehatan, toilet umum, setiap sudut ada Apar (alat pemadam api), sprinkel, sensor asap, dan sound (speaker) untuk pengumuman.

Meski begitu tetap ada saja yang dikeluhkan penghuni.

“Tempatnya bagus, cuma kamarnya itu enggak ada tralisnya,” ujar ibu Heny salah satu penghuni lantai tiga, Sabtu (22/8).

Hal yang membuat dirinya juga khawatir lantaran kaca kamar mudah untuk dipanjat oleh anak kecil.

“Sama saya aja sepinggang lah mas, bagaimana yang anak-anak mas, ngeri,” ujarnya.

Hal yang senada Titin penghuni di lantai 13.

“Ngeri mas cucu saya masih kecil, apalagi saya lantai 13. Pakai teralis lah biar aman, terus anak-anak ada tempat bermainnya biar nggak jenuh,” ujarnya.

Sementara itu, penghuni lainnya, Subur (41) mengaku lebih nyaman tinggal di Kampung Pulo. Salah satu alasan mendasar adalah biaya hidupnya jauh lebih ringan karena tak perlu bayar sewa.

“Kalau dibilang sih kami lebih senang di sana. Soalnya, kami bisa cari pekerjaan tambahan, istri saya bisa buka warung. Di sini katanya kalau mau buka warung harus diundi lagi,” tutur ayah empat anak ini.

Subur sendiri tinggal bersama istrinya, Lina (38) beserta keempat anak mereka. Dalam bidang 6×7 itu mereka akan berbagi kamar seadanya. Hal yang sama dikeluhkan Subur, yakni biaya hidup yang makin bertambah.

“Dulu kan gak biaya hanya listrik dan air, lebih beban juga. Kita juga enggak tahu apa ini tetap atau ada kenaikan lagi,” papar lelaki yang bekerja sebagai serabutan di tempat pemasang iklan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah (Pemda) Ika Lestari mengatakan akan terus diperbaiki semua fasilitas umum yang berada di Rusunawa.

“Nanti seiringnya waktu kita akan lengkapi apa yang diminta oleh warga,” jelasnya.

Menurutnya, para penghuni Rusun nantinya akan diberikan pelatihan seperti menjahit dan salon, agar bisa mengembangkan dan semangatkan giat kerja.

“Di sini kami fasilitaskan klinik, ada PAUD supaya nantinya mereka bisa memanfaatkan,” lanjutnya.

Pemprov DKI juga berjanji akan terus mendampingi para penghuni bila ada keluhan selama menempati rusun. Dirinya membantah bila Rusun tersebut belum siap atau dipaksakan untuk diisi oleh warga Kampung Pulo.

“Kita buka posko keluhan, nanti penghuni tanda tangan dan isi keluhan. Bila sudah selesai diperbaiki mereka juga tanda tangan, jadi kita akan terus dampingi mereka. Yang saat ini mereka keluhan hanya sebatas bocor-bocor, saluran mampet, listrik ya masih yang kecil-kecil,” tandasnya.

[did]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge