0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Bentrok Dengan TNI di Kebumen, Presiden Diminta Turun Tangan

dok.merdeka.com

Warga terlibat bentrok dengan TNI

Timlo.net – Aparat TNI terlibat bentrok dengan warga di kawasan Pesisir Urut Sewu, Kabupaten Kebumen. Koordinator Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan, Seniman, meminta presiden bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, kami minta presiden bertanggung jawab,” katanya, Sabtu (22/8).

Ia mengemukakan, seharusnya negara bisa memberikan rasa aman kepada warganya, namun hal ini tidak terjadi di kawasan Urutsewu yang selama ini menjadi lahan sengketa antara petani dengan TNI-AD.

“Kami memiliki tanah di wilayah ini (Urutsewu) dan kami sudah mengelolanya selama ini, kalau TNI AD merasa memiliki hak atas kepemilikan lahan, silakan gugat kami,” ujarnya.

Seniman mengaku kecewa dengan cara-cara kekerasan yang dilakukan untuk memagar lahan yang akan dijadikan tempat latihan militer oleh tentara. Sementara itu, ia mengemukakan, kondisi di wilayah Urutsewu usai bentrok yang terjadi pada Sabtu (22/8) siang, kini mulai mencekam.

“Suasana saat ini cukup mencekam. Setelah bentrok tadi siang, tentara terus melakukan pengerjaan pendirian pagar,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0709 Kebumen Letnan Kolonel Infantri Putra Widyawinaya mengatakan, TNI hanya melaksanakan program pemerintah untuk membuat pagar di Urutsewu. Lahan tersebut selama ini dijadikan tentara untuk latihan militer.

Menurutnya, petani memaksa menghentikan pemagaran sehingga TNI terpaksa menghentikan aksi mereka. Ia menambahkan, TNI sudah secara prosedural melakukan sosialisasi dan memberi ganti rugi terhadap tanaman petani yang terkena pemagaran.

“Kami tidak ingin melukai masyarakat,” katanya.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge