0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Ayam di Boyolali Menipis

foto: Nanin

Daging sapi mahal dan langka, permintaan daging ayam ke Luar Jawa dari Boyolali mengalami peningkatan tajam

Boyolali – Kelangkaan dan tingginya harga daging sapi, berimbas pada tingginya permintaan daging ayam potong. Di Boyolali, stok daging ayam potong menipis,menyusul tingginya permintaan ke Luar Jawa dan sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

“Peternak saat ini sudah kesulitan mencari stok ayam potong. Permintaanya sangat tinggi, terutama ke Luar Jawa,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Bambang Jiyanto, Sabtu (22/8).

Tingginya permintaan disebabkan konsumen banyak yang beralih ke daging ayam, menyusul mahalnya daging sapi. Untuk pengiriman ke Luar Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera, per tanggal 5 Agustus kemarin sudah mencapai 593 ton daging ayam potong. Bahkan, diakui Bambang, pasokan ayam potong di Luar Jawa sebagian besar diambilkan dari Boyolali.

“Jakarta dan Bandung permintaan juga mengalami peningkatan, biasanya dari Boyolali berbentuk daging beku,” tambahnya.

Diakui, tingginya permintaan ke luar jawa dan sejumlah kota besar ini berimbas pada naiknya harga daging ayam di pasaran. Saat ini, harga daging ayam perkilogramnya sudah mencapai Rp 35 Ribu hingga Rp 36 Ribu. Di sisi lain, tingginya harga ayam potong, pembuat pedagang ayam di Pasar Boyolali Kota, enggan membeli dalam jumlah banyak.

“Tidak berani kulakan banyak, takut tidak laku,” ungkap Lestari.

Lestari mengaku sejak harga ayam sangat tinggi, hanya berani menjual 2-3 kuintal saja. Sedangkan saat harga ayam normal atau berkisar Rp 25 Ribu perkilogram, dalam sehari berani menyediakan dagangan hingga 10 kuintal.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge