0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Haji Musa di Kampung Pulo Sulit Dirobohkan, Mengapa?

dok.merdeka.com
Rumah Haji Musa di Kampung Pulo, Jakarta Timur (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Petugas dibantu alat berat meratakan bangunan penduduk di RT 11/ RW 03 Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Bangunan-bangunan yang jadi sasaran adalah yang berada di sekitaran bantaran Kali Ciliwung.

Petugas mengalami kesulitan saat berusaha merobohkan rumah tingkat dua milik Haji Musa. Rizky (25), pemuda Kampung Pulo yang ditemui di lokasi menceritakan detailnya.

“Waktu itu sampai empat kali mau dihancurin tapi alat mati terus enggak bisa,” kata Rizky kepada merdeka.com, Sabtu (22/8).

Waktu itu, kata Rizky, rumah tersebut ingin dihancurkan oleh excavator tetapi tiba-tiba mesin alat berat mati.

“Waktu itu mau dihancurin tapi tiba-tiba mati (mesinnya). Tapi ketika hancurin yang lain hidup, ada kali tiga apa empat kali mas,” ujarnya dengan penuh keanehan.

Menurut kesaksian Rizky, rumah Haji Musa sering dipakai kegiatan ibadah warga. Dia lantas mengkaitkan peristiwa tersebut dengan kebiasaan penghuni rumah.

“Itu biasanya hari Jumat dipakai untuk ngaji dan buat salat tarawih, Tapi pemiliknya sudah meninggal, mungkin masih ada keistimewaannya. Jadi wajar lah kalau sulit dirobohkan,” tuturnya.

Selama masih hidup, Haji Musa merupakan pedagang beras, beliau terkenal sebagai tokoh masyarakat karena kedermawanannya yang selalu menyediakan rumahnya tempat pengajian. Beliau juga dikenal sosok yang rajin ibadah.

Pantauan merdeka.com, rumah Haji Musa berdempetan dengan tetangga. Pondasi yang kuat diduga menjadi faktor utama kokohnya bangunan yang sudah lama berdiri. Sebagian dinding terkelupas dan terlihat susunan bata merah.

Sebagian perabotan rumah tangga masih tertinggal. Tidak ditemui penghuni rumah di lokasi. [cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge