0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Belum Bisa Bebas dari Iklan Rokok

Peringatan pada iklan rokok (dok.timlo.net/gg)

Solo – Target Kota Solo meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) terganjal persyaratan bebas iklan rokok. Pasalnya, kondisi bebas iklan rokok tidak bisa hanya ditangani Pemerintah Kota (Pemkot), tetapi juga sangat bergantung pada peran serta masyarakat.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3A dan KB), Supraptiningsih disela peringatan hari anak, di Taman Balekambang, Solo, Sabtu (22/8).

“Sejauh ini Kota Solo belum bisa bebas dari iklan rokok. Karena ini selain tugas pemerintah juga diperlukan peran masyarakat,” ungkapnya.

Bebas iklan rokok untuk meraih predikat KLA, ungkap Supraptiningsih, meliputi seluruh media iklan, termasuk media massa lokal, baik cetak maupun elektronik. Untuk iklan luar ruang, Pemkot Solo dapat meminimalisir dengan tidak menerbitkan izin, tetapi iklan rokok di media massa, menjadi wilayah kebijakan masing-masing pengelola media.

“Persoalannya menjadi kompleks karena iklan rokok dinilai sebagai sumber pendapatan yang cukup besar, tentu saja ini harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Disebutkan, berdasar penilaian dua tahun silam, dari lima jenjang menuju KLA, Kota Solo berada pada level ketiga. Saat ini Kota Solo meraih predikat Nindya, dari lima tahapan untuk menuju KLA. Tahapan itu dimulai pratama, madya, nindya, utama dan KLA.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge