0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aktivitas Warga Lokasi Tabung PDAM Kembali Kondusif

timlo.net/aditya wijaya

Petugas PDAM Klaten saat mengevakuasi tabung yang bocor

Klaten — Sehari paska bocornya tabung di sumur dalam Pamardi Rahayu PDAM Klaten, Jumat (21/8), kondisi warga kembali kondusif. Tak ada lagi bau klorin menyengat di gang Sidomulyo, Kampung Tegal Kepatihan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah itu. Kendati demikian, garis polisi berwarna kuning masih melintang di gerbang masuk sumur dalam.

“Saya sudah sehat mas. Dan aktivitas warga disini kembali normal seperti hari biasanya. PDAM pun sudah meminta maaf kepada saya sebagai yang dituakan. Dan malam hari setelah kejadian juga didirikan posko kesehatan,” kata Ketua RT 03/RW 05 Kelurahan Bareng, Sri Mulyono, Jumat (21/8).

Ditemui dikediamannya, pria berusia 58 tahun ini merupakan satu dari 23 orang yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten, Kamis (20/8) kemarin. Sebabnya, sejak mencium gas klorin di wilayahnya, sejak pagi dia tunggang langgang menghimbau warga  untuk keluar dari rumahnya masing-masing.

Setelah kebocoran tabung berhasil ditangani, sore harinya Sri merasakan lemas dan sesak pada kondisi tubuhnya. Sehingga pukul 15.00 WIB, dirinya memutuskan memeriksakan diri.

“Saya masuk ke rumah sakit bareng dengan pak Kapolsekta Klaten (AKP Warsono). Setelah diberikan oksigen dan badan terasa segar, selang tiga jam saya kembali pulang ke rumah,” tuturnya.

Menurut Sri, sumur dalam Pamardi Rahayu berdiri sejak tahun 1984 di kampungnya. Sejak pertama kali dibangun, baru kali ada insiden yang membuat geger warga.

“Baru permintaan maaf mas. Untuk kompensasi atau yang lainnya nanti perlu dibicarakan satu RW. Agar bisa berembug bersama dan bersikap supaya kejadian ini tidak terulang kembali. Karena sejak dibangun (Pamardi Rahayu) belum pernah ada sosialisasi kepada warga,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge